Tak Terima Anaknya Mengalami Kekerasan Fisik Orang Tua Murid Melaporkan Oknum Kepala Sekolah  Kepihak APH

Avatar
banner 120x600

Lampung Utara (PI) Pasca pemberitaan yang beredar oknum kepala sekolah SDN 2 Mulang Maya Kec.Kotabumi Selatan, kabupaten Lampung Utara,yang dimana beberapa hari yang lalu melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap anak didiknya.Hari ini sabtu/24/08/2024,

Orang tua dari anak didik tersebut menindaklanjuti dan membuat laporan ke pihak berwajib Polres Lampung Utara.

Terpisah Saat di wawancarai orang tua dari murid tersebut mengatakan,
“Ya benar hari ini saya selaku orang tua Faris Noval bernama Yuli telah membuat laporan ke Polres Lampung Utara, dan visum anak sy Perihal,atas tindak kekerasan fisik yg dialami oleh anak saya yg mengakibatkan trauma,dan anak saya tidak mau masuk sekolah lagi
Sampai-sampai saya juga mengalami musibah keguguran didalam janin saya,karna saya sedang hamil muda”
Bebernya.

Disini saya selaku orangtua meminta dari pihak yang berwajib untuk segera menindak lanjuti laporan saya ,agar oknum kepala sekolah segera secepatnya dipanggil dan diproses secara hukum sesuai UUD yang berlaku”
Ungkapnya.

Lanjutnya “saya selaku orang tua tidak menerima perlakuan oknum kepsek tersebut karna disini saya anggap dan saya nilai gagal dalam mendidik anak murid karna tidak sewajarnya oknum kepala sekolah tersebut sebagai pendidik
Memperlakukan anak saya di luar batas sampai anak saya tidak mau sekolah lagi,

Dan saya juga meminta kepada pihak-pihak dinas yang juga terlibat untuk menangani kasus anak saya ini,
kepada kepala dinas pendidikan lampung utara

Kepala unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak ( UPTD PPA )kabupaten Lampung utara untuk segera memberikan sanksi yang berlaku kepada oknum kepala sekolah tersebut agar kedepan tidak ada lagi oknum-oknum guru serta kepala sekolah yang mendidik anak muridnya dengan cara melakukan kekerasan fisik”
Tutupnya.

( RIZAL MOI )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!