Ketua LAKAM Agam.Mendri S,SH Penceramah Pada Hiling Korban Bencana Banjir

Maninjau,Pewarta investigasi.com. Kementerian UMKM Republik Indonesia melalui UMKM Kabupaten Agam mengadakan kegiatan Hiling Korban Bencana Alam. Dalam kegiatan ini, pihak Kementerian meminta Ketua DPD LAKAM Kabupaten Agam Mendri S,. SH. Imam Marajo, untuk menjadi salah seorang penceramah, pada 23/1/2026 di Masjid Raya Maninjau.

Menurut Yuliaman dari Kementerian UMKM, kehadiran Ketua DPD LAKAM sebagai penceramah diharapkan dapat memberikan motivasi, dukungan spiritual, serta pemahaman bagi masyarakat korban bencana agar lebih tabah dan optimis menghadapi masa pemulihan. Kegiatan Hiling ini digelar jam 13.30 setelah pelaksanaan Salat Jum’at di Mesjid Raya Maninjau, dihadiri oleh tokoh masyarakat, unsur pemerintahan setempat, serta para pelaku UMKM yang terdampak.

Ketua DPD LAKAM Kabupaten Agam Mendri S,. SH. Imam Marajo di awal ceramahnya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di Maninjau. Ia menekankan pentingnya solidaritas, gotong-royong, dan kepedulian sesama dalam menghadapi bencana alam. “Bencana alam bukan hanya ujian bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan kebersamaan dan saling membantu, kita bisa bangkit lebih cepat,” ujarnya.

Selain memberikan ceramah, Ketua DPD LAKAM Kabupaten Agam Mendri S,. SH. Imam Marajo juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga semangat berwirausaha, khususnya pelaku UMKM, agar roda perekonomian tetap berjalan meski kondisi bencana.

Pihak Kementerian UMKM melalui Yuliaman menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus pemulihan ekonomi pasca-bencana di Kabupaten Agam.

Kegiatan Hiling Korban Bencana Alam ini juga menjadi ajang penguatan tali silaturahmi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan pelaku UMKM. Acara berlangsung khidmat dengan doa bersama, ceramah inspiratif, serta dialog interaktif antara masyarakat dan Ketua DPD LAKAM Kabupaten Agam.

Ketua LAKAM Kabupaten Agam yang juga Pengacara, Mendri S,. SH. Imam Marajo yang juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam pemulihan pasca-bencana. Diharapkan, kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk memberikan dukungan moral dan materi bagi masyarakat terdampak.

 

(Nas).

error: Content is protected !!
Exit mobile version