Lampung Selatan (Pl)
Bandar Lampung — Di tengah derasnya arus informasi dan masifnya penyebaran hoaks di ruang digital, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) hadir memberikan jawaban. Melalui kegiatan Diklat Jurnalistik yang digelar di Hotel Praba, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Pengajaran, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Rabu (16/7/2025), para pewarta warga dibekali pemahaman dasar jurnalistik yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Usai memimpin pelantikan pengurus DPD dan DPC PPWI se-Provinsi Lampung di Balai Keratun pada pagi harinya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., bersama jajaran pengurus langsung bergerak menuju lokasi diklat yang telah dibuka secara resmi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Lampung.
Dalam diklat tersebut, Wilson tampil sebagai narasumber utama. Ia menegaskan pentingnya literasi digital di tengah kondisi masyarakat yang semakin mudah memproduksi dan mengonsumsi informasi.
“Dengan berkembangnya teknologi digital, semua orang kini menjadi ‘media’. Di genggaman kita—melalui ponsel pintar—dunia terbuka lebar. Maka, setiap warga sejatinya adalah pewarta. Di sinilah peran kita untuk mengedukasi masyarakat, bahwa menjadi pewarta juga berarti bertanggung jawab secara etika dan profesional. Penting bagi kita semua memahami rumus dasar jurnalistik: 5W + 1H,” ujar Wilson dengan penuh semangat.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta, yang merupakan pengurus PPWI dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Mereka baru saja resmi dilantik pada pagi harinya dalam upacara yang berlangsung khidmat dan meriah.
Perwakilan Gubernur Lampung, Ganjar Jationo, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung, yang turut hadir dalam pelantikan, menyampaikan apresiasi atas kiprah PPWI. Menurutnya, PPWI berkontribusi dalam mendorong peningkatan literasi media, serta menguatkan partisipasi warga dalam menyampaikan informasi yang berkualitas dan membangun.
Salah satu peserta diklat, Robi, menyampaikan antusiasmenya mengikuti pelatihan tersebut.
“Saya sangat senang dan antusias dengan kegiatan ini. Banyak ilmu baru yang saya dapat, dan saya berharap ke depan kami benar-benar memahami karya jurnalistik yang baik dan sesuai kaidah,” ungkap Robi di sela-sela kegiatan.
Diklat ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga momen konsolidasi semangat para pewarta warga. Di tengah tantangan era digital, PPWI berkomitmen membentuk karakter jurnalis warga yang tangguh, kritis, solutif, dan berpihak pada kebenaran.
Melalui diklat ini, masyarakat diajak untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, melainkan juga produsen informasi yang cerdas, bermutu, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Sebuah langkah nyata dari PPWI untuk membumikan literasi media dan mencetak pewarta warga yang profesional di era digital.
(Suradi)
