Mentawai, pewarta investigasi.com. Hampir disetiap hari jam berdering dengan waktu yang terus berjalan tiada setetes pun yang dilalui tanpa membawa arti. Mulai dari sudut ke sudut hingga hulu ke hilir, rendah dan tinggi serta datar tanah seluas 4 hektar yang berdiri bangunan gedung SMAN 2 Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat.
Baru hanya lima bulan di tahun 2024 ini, Kristin Filiana Br. Maringga,Spd.MM dipercaya memangku jabatan Kepala Sekolah SMAN 2 Sipora, namun kiprah dan tangan dinginnya terus dan terus bekerja dalam rangka membenahi dan memajukan SMAN 2 Sipora dari berbagai segi, mulai dari kedisiplinan guru, murid, kebersihan lingkungan, taman, kolam ikan, menanam ubi, sayur bayam, kantin hingga menjadi wajah SMAN 2 yang tadinya redup kini mulai bersinar.
Menurut Kepsek SMAN 2 Sipora, Kristin nama panggilan akrabnya, menjadi Kepala Sekolah merupakan sebuah pengabdian untuk memberikan yang terbaik bagi anak didik dan Pemkab Mentawai juga Propinsi Sumatera Barat, kata Kristin kepada Wartawan diruang kerjanya,pada Kamis 24/10/2024.
Kristin mengungkapkan, sebelum diangkat menjadi Kepsek SMAN 2 Sipora, telah mengabdi di SMAN Siberut selama dua kali dan memang jauh berbeda dari berbagai hal.Namun semua ini, mau tidak mau, suka atau tidak suka tentu harus dilaksanakan, karena ini merupakan kepercayaan pimpinan kepada kita dimana kita bersedia ditempatkan.” Saya merasa berterima kasih dan bersyukur pada pimpinan yang memberikan kepercayaan ini dan tentunya harus saya jalankan dengan benar dan baik,” ungkap Kepsek Kristin yang terus membina hubungan kemitraan dengan OPD Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sebagai pendidik tentu saya ingin memberikan yang terbaik bagi sekolah dan pemerintah daerah, ujar Kristin terus melanjutkan, bahwa dalam hidup saya tidak ada kata menyerah dan malas. Bekerja dan terus bekerja untuk memberikan kebaikan dan kecerdasan bagi siswa serta peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya bagi pendidik, merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dilaksanakan.
” Saya ingin dalam sejarah hidup saya ada terukir prestasi gemilang. Harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati, meninggalkan nama baik,” ungkapnya.
Menyinggung target untuk meraih piala Adiwiyata tahun 2025, Kepsek SMAN 2 Sipora, Kristin terus berupaya dan membenahi berbagai fasilitas yang ada dilingkungan sekolah. Mulai dari penataan taman, menanam pohon hingga memperbaiki dan membersihkan kantin sebagai kantin sehat.
Sasaran utamanya tak lain,bagaimana memberikan pemahaman secara baik kepada pihak guru, siswa di sekolah khususnya bagaimana memberdayakan program dan prilaku ramah lingkungan.
Dan Kristin mengakui, untuk bisa meraih penghargaan Adiwiyata tentunya tidak terlepas dari dukungan dan keseriusan siswa, guru serta masyarakat lingkungan.Kolaborasi ini sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan.( NNL).






