Fenomena OTT LSM-Wartawan Dalam Kasus Pemerasan: Pejabat Korban Atau Bagian Dari Masalah

Avatar

Bengkulu-Kaur://https//pewartainvestigasi.com – Fenomena OTT LSM-Wartawan dalam kasus pemerasan yang terjadi di beberapa wilayah yang ada di Provinsi Bengkulu: Pejabat korban atau bagian dari masalah?

Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM( & wartawan dalam kasus pemerasan kembali menjadi sorotan publik.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kasus bermunculan di beberapa daerah, khususnya di Provinsi Bengkulu. Ini sangat memperlihatkan pola yang mencemaskan oknum LSM atau wartawan diduga meminta sejumlah uang kepada pejabat atau pengusaha dengan ancaman mempublikasikan informasi negatif.

Namun dibalik fenomena ini, muncul pertanyaan penting, apakah para pejabat benar-benar hanya korban, atau mereka sebenarnya turut menciptakan ruang subur bagi praktik pemerasan?

PEMERASAN BERKEDOK KONTROL SOSIAL.

“Peran LSM & jurnalis dalam sistem demokrasi idealnya adalah pengawas kekuasaan, & pembela kepentingan publik. Namun, tak sedikit oknum yang menyalahgunakan label tersebut untuk kepentingan pribadi.

Dalam OTT yang dilakukan di beberapa kabupaten, pelaku kedapatan meminta “uang tutup mulut” dengan iming-iming pemberitaan positif atau menghentikan pelaporan ke aparatn penegak hukum.

“Kami menemukan modus yang berulang, di mana pelaku mengklaim memiliki dokumen dugaan korupsi, lalu menawarkannya untuk ‘diselesaikan’ secara damai,” ujar Direktur Reskrimsus pada saat konferensi pers sepekan yang lalu.

PEJABAT : KORBAN ATAU KOMPROMIS?

Menariknya, banyak pejabat yang menjadi target justru memilih untuk menyerahkan uang daripada melaporkan atau membantah tuduhan. Ini juga ada apa dengan pejabat pengguna anggaran & pelaksana kebijakan?

 

“(Samsudin)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!