SANGGAU – (PI) Bupati Sanggau menghadiri gelar festival budaya Paguyuban pasundan, di taman Arongk Balopa, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin, Kabupaten Sanggau.
Senin (27/10/2025)
Dan Di hadiri Bupati sanggau yohanes ontot dan wakil bupati sanggau susana Herpena serta forkopimda kabupaten sanggau,
budaya pasundan dengan tema “Meungkeut Kadeudeuh Baraya Sunda Sunda Rahayu, Sanggau Maju” ini menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya Sunda di tanah Kalimantan Barat.
Dan dihadiri komisi IV DPRI Paulus hadi, serta Komandan Kodim 1204/Sanggau Letkol Kav Slamet Purwanto, didampingi Kasdim Mayor Arm Duloh, Danyonif 642/TP Bumi Daranante, Kejaksaan Negeri Sanggau yang diwakili oleh Jaksa Fungsional, serta perwakilan Polres Sanggau.
Selain itu, tampak hadir pula Ketua DPD Paguyuban Pasundan Kabupaten Sanggau Hendrikus Hengki, serta perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) dan paguyuban yang ada di Kabupaten Sanggau.
Bupati dalam Sambutannya menyampaikan
berkomitmen untuk membangun Sanggau salahsatunya melalui budaya yang ada di Kabupaten Sanggau.
“Ini salahsatu upaya kita menyatukan sebuah persepsi besar membangun Sanggau, kita tidak ada cara lain, mari kita harus bergandengan tangan dengan berbagai suku, etinis budaya dan agama,” kata Bupati Ontot, Senin (27/10/2025).
Melalui pagelaran berbagai ernis dan budaya yang ada, Ia berharap visi misi Sanggau maju, berkelanjutan dan berkeadilan dapat terwujud, karena mendapat dukungan penuh dari semua komponen masyarakat Sanggau.
Kabupaten Sanggau merupakan menjadi miniatur Indonesia dengan berbagai ragam suku etnis, budaya maupun agama.
Kabupaten Sanggau ini adalah miniatur Indonesia. Semua suku, etnis, budaya dan agama ada di Sanggau, dan ini jadi modal yang luar biasa untuk mewjudkan Kabupaten Sanggau yang maju, berkelanjutan dan berkeadilan,”
Bupati yohanes Ontot juga menyebut baik, saat ini baru sembilan etnis yang menggelar festival budaya,
Oleh karenanya,
menawarkan kepada etnis lain yang belum, untuk segera diperkenalkan dengan masyarakat Sanggau.
“Kita masih menunggu ada beberapa etnis lagi yang belum tampil. Kami Pemerintah daerah memberikan ruang yang sama kepada etnis yang belum, untuk segera memperkenalkan budayanya ke masyarakat Sanggau, tuturnya
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Paguyuban Pasundan, Meungkeut Kadeudeuh VI, Edy Rahmansana
menyampaikan ucapan terimakasih kepada mantan Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Yohanes sebagai Bupati serta Wakil Bupati Sanggau, yang telah merintis acara meungkeut kadeudeuh dari pertama sampai hari ini. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang juga turut serta dalam menyukseskan festival kebudayaan tersebut.
Terimakasih juga kepada Pemda Sanggau melalui Dinas Dikbud yang sudah mengagendakan festival budaya paguyuban pasundan, dan lembaga adat lainnya di Kabupaten Sanggau,
dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara ini,”
edy Rahmansana.
Juga menyampaikan Pasundan yang merupakan singkatan dari Pasundan Mendunia Pasundan
palsafah, hidup orang sunda yang diaplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan. Seperti cara komunikasi, mata pencaharian, serta adat dan tradisi yang melekat. Mengambil nama Pasundan, dengan harapan budaya sunda, juga dengan segala kilauan adat dan tradisinya dapat terus menerus dilirik khususnya oleh orang Sunda nya sendiri, dan umumnya oleh masyarakat luas.
Edy menjelaskan, Festival Budaya Paguyuban Pasundan, Meungkeut Kadeudeuh VI dilaksanakan selama satu hari mulai pagi pembukaan, sore senam zumba, dan malam penutupan sekaligus hiburan. Untuk itu, ia meminta masyarakat Sanggau untuk ikut memeriahkan. ” Pungkasnya. (Matnaji)







