Surabaya (PI) – Bagi Lettu Laut (KH/W) ALMA SHINTA CARISSA, S.Psi, nilai dasar beladiri bukan sekadar hobi, melainkan fondasi penting dalam kehidupannya sebagai seorang Srikandi Perwira Bangsa. Pernah mengenyam Training Center (TC) sebagai Atlet PON 2016 dengan prestasi gemilang di nomor Embu dan Randori, Lettu Alma merasakan betul manfaat beladiri dalam membentuk disiplin, kepercayaan diri, dan rasa empati sebagai seorang Perwira Militer di Korp Wanita Angkatan Laut (KOWAL).
Perkenalan Lettu Alma dengan Shorinji Kempo dimulai sejak usia dini. Sang ayah adalah seorang pelatih Shorinji Kempo di lingkungan perusahaan PT. Indah Kiat – Sinar Mas Grup di Serang, Banten. Sejak usia 3 tahun, Lettu Alma terbiasa melihat latihan Kempo sebagai pemandangan sehari-hari. Latihan menjadi perintah tak terlafazkan dari sang ayah, membentuk mental Bushido sejak dini yang mendarah daging dalam kehidupan keseharian sang perwira berdarah campuran Sunda dan Minang ini.
Saat ini menjabat sebagai Paur Psikologi Si Bintal Subdit Watpers Ditpers PUSPENERBAL Surabaya, Lettu Alma mengakui bahwa nilai dasar beladiri sangat relevan dengan karakter seorang prajurit. Disiplin dan percaya diri yang tinggi menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam dinas kesehariannya sebagai seorang perwira militer di lingkungan TNI AL.
Wanita tangguh kelahiran Bogor, 16 November 1997 ini menegaskan bahwa keyakinan, perhitungan, dan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat adalah pelajaran penting yang diambil dari nilai dasar beladiri. Hal ini serupa dengan pertarungan di gelanggang, di mana seorang atlet harus segera mengalahkan lawan yang tangguh. Lettu Alma telah berkali-kali meraih medali emas di berbagai pertandingan yang diikutinya.
“Beladiri prinsipnya sama dengan tentara. Kalau di tentara ada namanya biltus (mengambil keputusan). Kapan harus menyerang, kapan harus bertahan,” ucap Lettu Alma.
Keputusannya bergabung dengan militer membuat mantan Atlet kontingen DKI Jakarta Cabor Beladiri Shorinji Kempo ini semakin menyukai beladiri. Filosofi beladiri Kempo yang mengedepankan “Taklukkan dirimu, sebelum menaklukkan orang lain” tertanam teguh di sanubarinya. Istri dari Kapten Kum Ichsan Ahmad Windardi, SH.,MH, seorang Perwira Hukum, dan ibu dari putri kecilnya, Arselina Ghania Windardi, ini membuktikan bahwa beladiri dapat membentuk karakter seorang prajurit yang tangguh dan berintegritas.
Lettu Alma juga sempat tampil atraksi memperagakan kemahiran beladirinya dengan menggunakan seragam PDL TNI AL, mengalahkan 3 orang pemuda yang menjadi lawannya, pada acara Latihan Bersama dan Bhakti Sosial PERKEMI di Alun-alun Kota Surabaya pada 19 Maret 2023 lalu. Aksi ini disaksikan langsung oleh Founder PERKEMI, Indra Kartasasmita Sensei, dan Arumi Bachsin, istri dari wakil Gubernur Jawa Timur.
Semakin mahir dalam beladiri, keyakinan Lettu Alma terhadap nilai kemanusiaan semakin tinggi. Beladiri tak hanya membentuk karakter seorang prajurit TNI untuk tampil prima dan berwibawa menjaga dan membela NKRI, tetapi juga untuk menyatu bersama rakyat. Selain bercita-cita mengharumkan nama bangsa sebagai seorang prajurit TNI, Lettu Alma juga ingin menancapkan nama Indonesia di ajang bela diri internasional, khususnya dari ruang lingkup militer pada waktunya nanti. (Tim/Red)






