Wanita Tampa Identitas di temukan Tewas di Pasar Puring Siantan Pontianak, Penyebab Kematian Diselidiki

Avatar

PONTIANAK – (PI) Penemuan mayat perempuan di lantai dua salah satu ruko, di Pasar Puring Siantan, Jalan Khatulistiwa, Pontianak, Kalbar, Senin (5/1/2026).

Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB setelah warga sekitar mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam ruko.

Salah seorang warga setempat, Rahmat mengatakan kecurigaan muncul karena korban sudah tidak terlihat keluar dari ruko sejak malam Tahun Baru.

“Yang menemukan pertama kali memang warga sekitar. Karena tercium bau tidak nyaman dari dalam ruko, akhirnya timbul kecurigaan,” ujar Rahmat saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Rahmat, pintu ruko diketahui dalam kondisi terkunci dari dalam dan lampu di dalam ruko juga dalam keadaan mati.

Kecurigaan warga semakin kuat karena sejak malam pergantian tahun, korban tidak pernah terlihat beraktivitas di luar ruko.

Warga kemudian memberitahukan kondisi tersebut kepada pedagang di sekitar lokasi. Setelah itu, pintu ruko didobrak untuk memastikan keadaan di dalam.

“Setelah pintu dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia di lantai dua ruko,” katanya.

Rahmat menyebut korban berjenis kelamin perempuan dan diketahui telah lama tinggal di ruko tersebut sejak awal Pasar Puring Siantan mulai beroperasi.

Korban juga disebut tidak memiliki keluarga di Pontianak dan dalam kesehariannya tidak diketahui memiliki pekerjaan tetap.

Sementara itu, Kapolsek Pontianak Utara, Kompol I Made Aris Candra Putra, membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan identitas korban masih dalam tahap pendalaman, namun korban diketahui berinisial Yn.

“Untuk identitas korban masih kami dalami dan saat ini kami juga berupaya mencari pihak keluarga korban. Diketahui bernama Yeni,” ujar Kompol I Made Aris.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meski demikian, untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pontianak guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Secara kasat mata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun untuk memastikan penyebab kematian, korban saat ini masih diperiksa di RS Bhayangkara,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, Unit Reskrim Polsek Pontianak Utara masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan lanjutan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. “Pungkasnya.
(*/matnaji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!