Pekerja Proyek Rp 1 Miliar di RSUD Lubuk Basung Abaikan Safety, Dirut RSUD Hendaknya Tegur Pelaksana Proyek

Avatar

Pewarta investigasi.com.Dewan Pimpinan Wilayah LSM Garuda-NI Propinsi Sumatera Barat, Desak Dirut RSUD dan Dinas terkait, Beri Warning Kera* Proyek pembangunan ruang _Cytotoxic Safety Cabinet_ di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung, Kabupaten Agam, menjadi sorotan tajam. Proyek senilai Rp 1 miliar lebih itu dikerjakan tanpa mengindahkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Berdasarkan temuan tim investigasi LSM Garuda-NI DPW Sumbar pada Kamis (24/9/2026), terdapat pelanggaran _safety_ dalam melakukan pekerjaan bagi para tukang yang sedang melakukan kegiatan pekerjaan di lokasi.

*Data Proyek:*
– *Instansi:* RSUD Lubuk Basung Kabupaten Agam
– *Pekerjaan:* Pembangunan Ruangan Cytotoxic Safety Cabinet
– *Kegiatan:* Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
– *Sub Kegiatan:* Pembangunan Rumah Sakit
– *No. Kontrak:* 148/SP/RSUD/VII/2026
– *Tanggal Kontrak:* 17 Juli 2026
– *Nilai Kontrak:* Rp 1.008.000.000
– *Waktu Pelaksanaan:* 150 Hari Kalender
– *Kontraktor Pelaksana:* CV. Family Pembangunan

Pantauan di lapangan nampak para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sama sekali. Tidak ada helm safety, sepatu safety, rompi, maupun sarung tangan, padahal mereka sedang melakukan pekerjaan konstruksi yang berisiko tinggi.

Padahal ketentuan sudah sangat jelas dalam *UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja* dan *Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja* serta *Permenaker No. 8 Tahun 2010 tentang APD*, mewajibkan setiap pemberi kerja menyediakan APD secara cuma-cuma dan memastikan pekerja menggunakan

> _”Apalagi ini menyangkut nyawa manusia kalau terjadi kecelakaan saat lakukan pekerjaan, dan pekerjaan ini di jantung Pemda Agam, seharusnya memberi contoh bukan malah melanggar,”_ tegasnya.

> _”Kami minta Direktur RSUD Lubuk Basung dan PPK segera tegur keras CV. Family Pembangunan. Jangan tunggu ada korban. Kalau masih bandel, hentikan sementara pekerjaannya sampai K3 dipenuhi,”_ tambah B.J. Rahmat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Family Pembangunan belum berhasil dikonfirmasi.(Tim).

(Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!