Tanjung Raya, pewarta investigasi.com
Akibat hantaman banjir dan galoda yang melanda nagari sungai batang, kecamatan tanjung raya, kabupaten agam, propinsi sumatera barat, beberapa bulan lalu yang sehingga ada sekitar 100 warga kehilangan tempat tinggal juga sarana dan prasarana jalan termasuk jembatan sebagai urat nadi masyarakat ikut terseret dan patah dan hancur.
Akibat rusaknya jalan dan jembatan di nagari sungai batang tumayo, secara serius pemerintah daerah kabupaten agam, melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, kabupaten agam, kembali membangun jembatan dari sumber dana TKD sebesar Rp. 4.686.306.857. untuk waktu pelaksanaan 150 hari kalender, mulai pekerjaan September 2026 dengan target pertengahan Desember 2026 ini, dua jembatan yang pekerjaan pembangunan sudah rampung dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat.
Sedangkan pelaksana pekerjaan, CV.Hadistira Jaya Kencana, dengan pengawas, PT.Putra Aulia Konsultant.
Untuk pekerjaan, pembagunan jembatan batang tumayo dan jembatan blok, kata Amar menjelaskan, dilokasi proyek di temui Media,pada sabtu 31/10/2026 bahwa pembangunan jembatan untuk pekerjaan sudah mencapai 63 persen dengan 20 orang tenaga kerja yang profesional.Artinya, para pekerja memang sudah ahli pada bidangnya masing- masing. Kita bekerja mengutamakan kualitas juga keselamatan pekerja. Artinya, pekerja menggunakan fasiltas dirinya sesuai SOP.
Kembali pengawas lapangan, Amar menjelaskan, pada pelaksanaan pembangunan jembatan ini cukup berjalan aman dan lancar, masyarakat setempat juga sangat mendukung penuh dan berharap Desember 2026 sebelum tutup tahun pembangunan jembatan sebagai urat nadi masyarakat telah rampung.
Sementara ditempat lokasi pembangunan jembatan, beberapa warga yang enggan disebut namanya, mengungkapkan program yang dibuat pemerintah daerah agam, cukup besar manfaatnya bagi masyarakat. Dan kami, mengucapkan apresiasi dan terima kasih, semoga kedepannya ada lagi limpahan proyek pembangun ke daerah kami.( Nas).






