Dr. Herman Hofi Munawar: Menyampaikan  Solidaritas Kekompakan Wartawan Menjaga Marwah dan Profesi

Avatar

KALBAR – PONTIANAK, PEWARTA INVESTIGASI Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Herman Hofi Munawar, mengajak seluruh insan pers untuk memperkuat solidaritas, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ia mengingatkan agar perbedaan media, organisasi, maupun pandangan tidak menjadi pemicu perpecahan di kalangan wartawan.

Menurut Herman, persatuan dan solidaritas merupakan fondasi penting dalam menjaga marwah profesi jurnalistik. Di tengah berbagai tantangan dunia pers, wartawan dituntut untuk tetap profesional, independen, serta mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Saudara-saudaraku, solidaritas dan kekompakan di antara rekan-rekan media adalah fondasi utama untuk menjaga marwah profesi, memperkuat independensi, dan memastikan suara publik tersampaikan dengan objektif,” ungkap Dr. Herman Hofi Munawar.

Ia menegaskan bahwa kekuatan seorang wartawan tidak diukur dari besar atau kecilnya perusahaan media tempatnya bekerja, melainkan dari integritas, profesionalisme, keberanian menyampaikan kebenaran, serta komitmen dalam menjaga kehormatan profesi.

“Kekuatan utama wartawan ada pada persatuan. Mari saling menguatkan, bukan menjatuhkan,” tegasnya.

Herman menilai, perbedaan pandangan dan kebijakan redaksi merupakan hal yang wajar dalam dunia jurnalistik. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun persaingan tidak sehat, saling merendahkan, apalagi merusak hubungan antarsesama insan pers.

Sebaliknya, keberagaman pandangan harus menjadi kekuatan untuk memperkaya informasi, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas pemberitaan yang disajikan kepada masyarakat.

“Jangan sampai sesama wartawan justru sibuk saling menjatuhkan, sementara tantangan yang dihadapi dunia pers semakin kompleks. Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” pesannya.

Lebih lanjut, Herman mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam mengawal kepentingan masyarakat, menjalankan fungsi kontrol sosial, serta menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Karena itu, solidaritas antarsesama wartawan harus dibangun di atas prinsip saling menghormati, bukan untuk menutupi kesalahan atau mengabaikan pelanggaran kode etik jurnalistik.

Menurutnya, kekompakan yang sesungguhnya bukan berarti harus selalu memiliki pandangan yang sama, melainkan mampu menghargai perbedaan tanpa mengorbankan independensi dan profesionalisme.

Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk menghindari konflik internal yang tidak produktif. Energi dan pemikiran wartawan, menurutnya, seharusnya lebih diarahkan untuk menghasilkan karya jurnalistik berkualitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita boleh berbeda media, berbeda organisasi, bahkan berbeda pandangan. Namun, jangan pernah kehilangan rasa persaudaraan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kehormatan profesi jurnalistik,” ujar Herman.

Ia berharap seluruh wartawan, khususnya di Kalimantan Barat, dapat terus mempererat hubungan profesional, membangun komunikasi yang sehat, serta menjadikan solidaritas sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pers.

Herman menegaskan bahwa pers yang kuat tidak lahir dari persaingan untuk saling menjatuhkan, tetapi dari insan pers yang memiliki integritas, independensi, dan kesadaran untuk saling menghargai.

“Mari saling menguatkan, bukan saling melemahkan. Sebab, ketika wartawan bersatu dalam profesionalisme dan integritas, marwah pers akan tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia jurnalistik semakin kuat,” pungkasnya.

Persatuan bukan berarti menghilangkan sikap kritis. Solidaritas bukan berarti membenarkan kesalahan. Wartawan boleh berbeda bendera media, tetapi tetap memiliki tanggung jawab yang sama, yakni menjaga kebenaran, memperjuangkan kepentingan publik, dan menjunjung tinggi kehormatan profesi.” Pungkasnya.

(*/MJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!