Puluhan Juta Dana BOS Di-SMPN 1 Tanjung Raja Diduga ada Korupsi Oleh Kepala Sekolah

Avatar
banner 120x600

Kotabumi — Pewartainvestigasi.com — Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanjung raja, Kecamatan tanjung raja, Kabupaten Lampung Utara diduga melakukan korupsi 155 Juta Lebih di 3 kegiatan, dalam 3 tahap di tahun 2022. yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Bernama, Izroni.

Dari pantauan awak media diketahui biaya pengembangan perpustakaan. di SMP Negeri 1 tanjung raja dicairkan tiga tahap. Tidak hanya dugaan melakukan Korupsi di SMPN 1 tanjung raja, juga diduga telah menerima dan membuat laporan fiktif anggaran dana BOS tahap ketiga 155 Juta Lebih, karena tidak ketahui dihabiskan kemana biaya anggaran itu, 16/02/2023

Tahap pertama dan kedua pada tanggal.03-juni-2022, pengembangan perpustakaan Rp.39.800.000,- Tahap ketiga pada tanggal 11 oktober 2022, pengembangan perpustakaan
Rp.800.000,-.

Untuk pemeliharaan sarana prasarana sekolah.
Tahap pertama dan kedua pada tanggal.03-juni- 2022, Rp.79.010.000,- Tahap ketiga pada tanggal 11 oktober 2022, Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.12.297.540,-

BACA JUGA:   Desa Talang Jawa Wakili Kecamatan Merbau Mataram Pada Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tahun 2024

Tahap pertama dan kedua pada tanggal 03 Juni 2022 penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 15.289.000,- Tahap ketiga pada tanggal 11 oktober 2022, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp.8.530.000,- berdasarkan data pengunaan dana bos.

Dugaan yang didukung dengan tidak terlalu terlihatnya perubahan yang signifikan di sekolah sehingga dapat disimpulkan masih dalam kondisi awal.

Menurut, keterangan dari sumber di lapangan yang enggan disebutkan nama nya, bahwa bisa dilihat sendiri bagaimana kondisi SMPN 1 tanjung raja di tahun 2022, Apa lagi Pelang sekolah saja tidak dapat diperbaiki sedangkan rusak dan patah, sehingga masih dengan kondisi awal dan tidak terlalu banyak perubahan sehingga menjadi pertanyaan kemanakah anggaran yang berjumlah ratusan itu, katanya kepada media.

BACA JUGA:   Digugat PMH oleh LQ Indonesia Lawfirm, Natalia Rusli Menang Telak di PN Serang

Saat ditemui TU diruang kerjanya bernama Yonis, penyediaan alat multi media pembelajaran “saya selaku tu, untuk pengembangan perpustakaan saya tidak tau yang tau hanya kepala sekolah, tanya saya kepada kepala sekolah, ucap nya. Sedang kan untuk laptop saya menggunakan laptop lama, saya tidak tau kalau ada pembelian laptop, jelasnya

Tambah nya, pemeliharaan sarana prasarana sekolah hanya pengecatan ringan dan dandan ringan, ” itu pak, yang di cat taman bunga saja boleh bapak-bapak lihat, jelasnya..

Adanya temuan diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi dugaan Mark Up dan fiktif, diharapkan kepada dinas terkait dan APH agar dapat menindaklanjuti tentang perbuatan yang diduga merugikan keuangan negara.

BACA JUGA:   Sejumlah Kasus Penganiayaan Warga oleh Tentara, Alumni Lemhannas Menilai Banyak Oknum TNI Dilanda Penyakit Amoral

Hingga berita diterbitkan media masih mencoba menghubungi, dan menemui Kepala SMPN 1 tanjung raja izroni, namun yang bersangkutan tak berada ditempat.

(Laporan Team)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *