UPTD SMPN 6 Kotabumi Utara, Diduga ada Mark Up dan fiktip dana BOS Tahun 2022.

Avatar
banner 120x600

PEWARTAINVESTIGASI.COM // Kotabumi–UPTD SMPN 6 Kotabumi, kecamatan Kotabumi Utara kabupaten Lampung Utara yang dipimpin oleh kepala sekolah bernama,Neneng Sarniati dengan Tenaga pendidik 50 orang diantara nya PNS 35 orang, 3 orang GTT, 2 orang GTY dan 10 orang Honor dari 783 orang siswa yang Diduga ada Mark Up dan fiktif dalam.pengunaan dana (BOS) tahun-2022.

“Dari pantauan awak media diketahui biaya pengembangan perpustakaan Sekolah di UPTD SMPN 6 Kotabumi, dicairkan tiga tahap,
Tahap awal pada tanggal.22- Maret- 2022 berjumlah, Rp.0,-. Tahap kedua 03-Juni-2022 Berjumlah Rp 141.251.200,- Tahap ketiga 11 Oktober 2022 Berjumlah Rp 4.003.185,-

Sarana dan prasarana sekolah dicairkan tiga tahap, Tahap awal pada tanggal.22- Maret- 2022 berjumlah, Rp.0,-. Tahap Kedua pada tanggal 03 Juni 2022 Berjumlah Rp.180.879.000,-. Tahap ketiga pada tanggal 11 Oktober 2022 Berjumlah Rp.36.154.004,-

Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan, Tahap awal pada tanggal.22- Maret- 2022 berjumlah, Rp.0,-. Tahap Kedua pada tanggal 03 Juni 2022 Berjumlah Rp.99.092.000,-. Tahap ketiga pada tanggal 11 Oktober 2022 Berjumlah Rp.75.496.497,-

BACA JUGA:   Dugaan Korupsi di Kantor Camat Pedamaran OKI

Pembayaran honor, Tahap awal pada tanggal.22- Maret- 2022 berjumlah, Rp.0,-. Tahap Kedua pada tanggal 03 Juni 2022 Berjumlah Rp.69.800.000,-. Tahap ketiga pada tanggal 11 Oktober 2022 Berjumlah Rp.39.400.000,-

Selanjutnya, Penyediaan alat multi media pembelajaran.
– Tahap l Berjumlah Rp 0
– Tahap ll Berjumlah Rp 0
– Tahap lll Berjumlah Rp 0, berdasarkan data pengunaan dana bos”.

Menurut, keterangan dari sumber di lapangan yang enggan disebutkan nama nya, bahwa bisa dilihat sendiri bagaimana kondisi UPTD SMPN 6 kotabumi di tahun 2022, masih dengan kondisi awal dan tidak terlalu banyak perubahan sehingga menjadi pertanyaan kemanakah anggaran yang berjumlah ratusan itu, katanya kepada media.

Saat dikonfirmasi media ini diruang kerja, Neneng Sarniati, Kepala Sekolah SMPN 6 Kotabumi, Menjelaskan” untuk pengembangan perpustakaan saat ini kondisi darurat kalau buku kita lengkap, saat ini kita masih menggunakan ruang UKS, untuk pembelian buku kita sesuai keperluan dengan kurikulum merdeka satu banding satu. Pembelian sekitar dua ratus lebih kita berikan kepada murid untuk dibawa pulang karna buku itu pokok, pembelian buku melalui siplah, siplah itu banyak jadi kita harus percaya sama si penyedia siplah itu kalo nggak ya jangan. ujarnya

BACA JUGA:   Respon Cepat Info Praktek Pungli, Polres Lampung Utara Sisir Jalinsum

Untuk pengembangan tenaga pendidik, ya kita adakan warkshop mengundang tutor yang dihadiri juga dari Dinas.

Ditanya media berapa kali mengadakan warkshop, waduh” lupa inget saya sekitar tiga atau empat kali karna kita mengundang sih dari dinas dan narasumber.

Untuk pengadaan sarana dan prasarana, kita adakan alat proyektor beserta layar. Untuk prasarana kita belikan kursi, papan blackbod, sedangkan untuk perbaikan gedung kita perbaiki pagar roboh kalo perbaikan ringan boleh dong.

Pembelanjaan multi media” kita pakai siplah semua, kita belikan proyektor, layar, sound karna multimedia itu untuk pembelajaran juga, untuk pembelian laptop kita ada satu atau dua tergantung usul guru, kalau saya sih mau sekali beli langsung lima.

BACA JUGA:   Anggota DPD RI Leonardy Jadikan Alek Nagari untuk Mengawal Seni dan Budaya Sumatera Barat

Untuk pembayaran honor sekolah, honor sekolah terbayar dari dana BOS, jumlah tenaga honor dua puluh lima orang dan semuanya ada SPT, pembayarannya pakai satuan Rp. 30.000 dikali jumlah jam, ucap Neneng. Rabu 01/03.

Sedangkan dalam pelaksanaan realisasi
masih dengan kondisi awal dan tidak terlalu banyak perubahan sehingga menjadi pertanyaan kemanakah anggaran yang berjumlah ratusan juta itu

Adapun kerugian keuangan negara di UPTD SMPN 6 kotabumi di tahun 2022 ditafsir mencapai Rp.646.075.886,- . Tentunya dugaan itu didukung dengan tidak terlalu terlihatnya pemeliharaan dan prasarana sekolah, dengan jumlah ratusan juta itu, mengingat tidak ada yang perubahan yang segnifikan, sehingga dapat disimpulkan masih dalam kondisi yang lama.

Adanya temuan diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi dugaan Mark Up dan fiktif, diharapkan kepada dinas Pendidikan terkait dan APH agar dapat menindaklanjuti tentang perbuatan yang diduga merugikan keuangan negara.

(Team)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *