Pengasuh Ponpes Salafia Tariqoh Di-duga Melakukan Tindak Pelecehan Seksual Rerhadap 3 Santri nya

Avatar
banner 120x600

Way kanan (PI) Sungguh Bejat Seorang pimpinan pengasuh pondok pesantren (ponpes) Salafia tariqo ustadz juga di sebut Mbah yai inisial (SDK ) di sp3 kampung karya agung diduga telah melakukan tindak asusila pelecehan seksual selama 3 tahun terhadap santri nya yang salah satunya diketahui berinisial (mawar) yang enggan di sebut nama asli nya santri tersebut masih berumur 15 tahun Senin 25 /maret /2024

Dari Kasus ini terungkap salah satu nya (mawar) santriwati yang menjadi korban telah mengakui kepada awak media bahwa mawar ini sering mendapat prilaku tidak senono dari Mbah yai alias (SDK) dari keterangan korban mondok sudah 7 tahun lamanya tapi selama 3 tahun Mbah yai sering melecehkan korban dengan cara cat whatsap di ajak ke kamar nya kadang di rumah kosong lalu Mbah yai memeluk menyuruh membuka baju lalu merabah di tubuh mawar sampai mah kota sensitip nya lalu mencium pipi ,dan menyuruh memegang barang intim Mbah yai agar birahi naik lalu nyuruh di pegang pegang anu nya Mbah yai agar( ngaceng )bahasa dari mawar sementara jika mawar menolak dia kasar kejadian tersebut dilakukan sejak tahun 2020 sampai 3 tahun lalu mawar kluar dari mondok sudah 3 bulan dan bukan dia saja 2 santri dari Purwa agung dan Lampung Barat Liwa pun ikut serta di lecehkan sama hal nya hingga mereka keluar dari pasantren tersebut .ucap mawar

BACA JUGA:   Ironis! Meski Terlihat Bagus di Depan, SMPN 2 Kayu Agung Hancur Dari Dalam

Masih lanjut keterangan mawar terkadang Mbah yai minta tidak d turuti kemaunya karena selalu nelp lalu di matiin dan sering di cat wa terus akhir nya terpaksa mawar mau menuruti permintaan nya sekalipun merasa sakit takut merasa tertekan oleh biayayah sekolah nya dan sementara dalam pengakuan korban Mbah yai nya bilang jangn bilang sama orang tua nya dan belum di setubuhi dan tidak di izinkan libur pulang gak tau sebab nya .ucap nya mawar

Sementara awak media tiem Ketika tanya oleh kedua orang tuanya, hanya bilang ada cara sendiri untuk menegur pak yai karena kai orang tani takut dan malas urusan sampai APH ke geret geret saya orang awam kalaw gak terima itu pasti tapi apa lah daya yang penting iklas saja harapan nya itu pemimpin pondok karena tidak pantas kalau bisa pondok tersebut tutup agar tidak lebih banyak korban lagi dan saat ini pondok tersebut santri nya tidak ada lagi pulang semua tigal laki laki nya saja.ucap Bapak mawar

BACA JUGA:   Terkait Pemeliharaan SMPN 2 Kayu Agung, Inspektorat OKI Beri Atensi

Terus awak tiem media menelusuri yang di duga pelaku Mbah yai insial (sdk) di ponpes salafia tariqo terdapat kejanggalan di ponpes tersebut sekolahan yang kumuh Tampa ada bangku acak acakan lebih kagetnya lagi menemukan 2 pasangan anak pelajar ponpes dan pakai putih abu abu sedang berduan bukan muhrim saling berpasangan laki dan prempuan di dalam kelas tersebut kuat dugaan bahwa ponpes tersebut sangat tidak patut sebagai contoh pondok pasantren lain nya dan jam sekolah guru pun tidak ada di tempat dari keterangan guru 11 orang jarang masuk 2 hari saja kursi memang tidak ada kepala sekolah nya pak Sodikin sudah ngasih dana ke Mbah yai (SDK. )sudah 1 bulan di tanya oleh murid jawab nya sabar pengakuan sepasang pelajar ucap pelajar

BACA JUGA:   SMAN 1 Bukit Kemuning Bagikan Ijazah lama Diambil Gratis

Hingga akhirnya tiem bertemu Mbah yai konfirmasi bahwa pengakuan nya ponpes nya murid nya di libur kan jumlah murid santri 6 santriwan nyaberjumlah
Dari pengakuan nya pelecehan tersebut tidak benar bahkan ucap sumpah demi Allah berkali kali ini di fitnah karena orang pembenci nya karena ada pondok yang tidak senang akhir nya Mbah yai ini di fitnah dari keterangan narasumber dan Mbah yai jauh berbeda adanya nya pelecehan Mbah yai tidak mengakui sementara dari korban mengakui pelecehan tersebut bahkan murid Santi di ponpes tersebut sudah bubar alias tidak ada lagi karena adanya kejadian kejadian tersebut oleh Mbah yai

(Suin Kasihati)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *