Diminta Memberi Tanggapan, PLH Kepala Disdik OKI Diduga Masuk Angin

Avatar
banner 120x600

Kayu Agung – (PI) Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Syaparudin diduga mendadak masuk angin, hal tersebut dikarenakan nomor WhatsApp yang dihubungi kadang aktif, kadang tidak, kejadian itu didapat setelah media menghubungi PLH Kepala Disdik OKI untuk menangapi kinerja Kepala SMPN 1 Pedamaran CP yang sudah sepuluh tahun menjabat, namun tak banyak membuat perubahan yang nyata di sekolah.

Baca berita: Meski Sudah 10 Tahun Menjabat Kepsek Catur P, SMPN 1 Pedamaran Tak Banyak Mengalami Perubahan

“Sehari lalu, nomor Syaparudin, masih aktif ceklis saat dihubungi di WhatsAppnya, ujar sumber lain saat diminta menanggapi. Kamis, 28 Maret 2024.

Kalau tidak salah Syaparudin itu, merupakan Kepala Inspektorat Kabupaten OKI yang dilantik dan menjabat sejak 12 Mei 2023 lalu, namun menjadi tanda tanya, kok bisa yaa Kepala Inspektorat merangkap PLH Kepala Dinas Pendidikan OKI, tanya sumber dengan kebingungan.

BACA JUGA:   Mengaku Wartawan Pria Di Sanggau Kerap Buat Berita Hoax Tentang Tambang.

“Wahhh, ternyata matahari terbit dua itu tidak hanya di mitos saja, ternyata di Kabupaten OKI juga ada yaa, apakah hal yang demikian itu tidak menyalahi aturan, dan kalaupun tidak, bagaimana dengan kinerjanya nanti, tanya sumber.

Menjadi pertanyaan mengenai kredibilitas Kepala Inspektorat Kabupaten OKI, Syaparudin terkait penindakan yang terjadi di Pendidikan Kabupaten OKI, yang terbaru ini menjadi Headline, karena beritanya sudah dibaca hampir seribu pasang mata, ujar sumber bertanya mengenai rangkap jabatan Kepala Inspektorat OKI sebagai PLH Kepala Dinas Pendidikan OKI.

Seharusnya seorang pejabat dapat menunjukkan sikap konsisten dengan selalu aktif nomornya, dan fast respon ketika dihubungi atau dimintai menanggapi terkait wilayah di bawah kepempinnya.

BACA JUGA:   Jembatan Kapuas Di-tabrak Tongkang Kapuas

Kalau tidak aktif, lambat merespon, ataupun tidak merespon menjadi tanda tanya besar, mengapa oknum yang demikian itu diberi amanah menjadi pejabat, tanya sumber lain.

“Kemana lagi harus meminta tanggapan, sementara nomor pejabat yang dimaksud tidak aktif, jaman sekarang kan sudah canggih, bila tidak bisa ditemui di kantor maka bisa di telepon,” pungkasnya.

Diharapkan adanya pemberitaan ini menjadi perhatian, dan pertimbangan pemangku kebijakan Kabupaten OKI agae memiliki nomor WhatsApp pribadi masing-masing, sehingga publik lebih mudah menghubungi, jika memerlukan sesuatu, ataupun kalau hanya sekedar meminta tanggapan. Bukankah salah satu tugas seorang pejabat, selain pandai mengelola anggaran adalah melayani rakyat, jadi sudah seharusnya hal-hal yang kecil seperti ini dapat diperhatikan.

BACA JUGA:   Wartawan Dianiaya di Muncang Lebak, DPN PPWI: Minta Kapolres Lebak Segera Tangkap Terduga Pelaku yang Dangkal Tentang Demokrasi dan UU Pers

Hingga berita diterbitkan, PLH Kepala Dinas Kabupaten OKI, Syaparudin tak kunjung memberikan tanggapan sejak Rabu (27/3) tadi malam hingga sekarang. Bahkan sejak tadi pagi Kamis (28/3) saat dihubungi di nomor WhatsAppnya yang bersangkutan tak juga aktif (ceklis satu).

Pewarta: Agung Jepriansyah

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *