Lampung Utara – (PI) Terkait pemberitaan yang viral, beredar dimasyarakat terkait ada dugaan korupsi Didesa Ogan lima kecamatan abung barat kabupaten lampung Utara ,Team awak media pun mengkonfirmasi kepada Aisyah Sekertaris camat (sekcam), kasi pembangunan dan kasi pemerintahan kecamatan Abung barat. 16/05/2024.
“Kami dari kecamatan tidak mengetahui ada nya pengerjaan jalan ouderlagh di dusun 10 Desa Ogan lima, karena kami belum melaksanakan monev ke Desa Ogan lima namun kami akan monev Tanggal 22 Mei 2024 ” Ujar sekcam beserta kasi.
Kemudian awak media berkunjung ke kediaman Rukun tetangga (RT) 1 Dusun 10 guna meminta keterangan kepada RT tersebut. “Saya mengetahui pengerjaan tersebut,kalau dasar pasir nya ada tapi kalau semua enggak.” Aku nya Ahmad Bakroni Selaku RT setempat.
Pasalnya, dengan jumlah anggaran Rp.149.286.388 ada beberapa item pekerjaan yang diduga kuat tidak dilaksanakan, seperti:
1.Tidak ada penaburan pasir dasar
2.Ukuran bantu pengunci menggunakan ukuran batu kecil
3.Dan pemasangan batu tidur.
Sehingga mengurangi volume kubikasi batu ,pasir dan tidak masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB)
Pada saat awak media kunjungi kantor desa Ogan lima guna untuk memintai keterangan kepala desa Ogan lima kades tersebut selalu tidak ada di tempat seolah-olah kepala desa tersebut menghindar dengan media.
Kami awak media diarahkan untuk menemui kasi pembangunannya tetapi kasi pembangunannya mengelak katanya bahwasanya pekerjaan tersebut sudah di siram pasir mungkin di dibawa air hujan, ungkapnya.
Tapi padahal sudah jelas memang tidak ada pasirnya sama sekali untuk pengerjaan onderlagh tersebut.
Sesuai yang telah diurai diatas kepada inspektorat ,kejari dan APH untuk menindak lanjuti pembangunan jalan onderlagh desa Ogan lima kecamatan Abung barat, kabupaten Lampung Utara,melalui Dana desa tahun 2024 yang berada di dusun 10 ini sangat merugikan negara,
Kami berharap untuk pemerintah daerah dan masyarakat jangan tutup mata dengan pengerjaan jalan ouderlagh yang asal jadi ini, khususnya inspektorat dan APH untuk menindak lanjuti berita ini.
(Tim/Red)









