Kaban BKD Rinaldi : Kapal Pesiar Yang Berkunjung Ke Daerah Kepulauan Mentawai Belum Optimal Membayar Retribusi Daerah

Avatar
banner 120x600

Mentawai, Pewarta Investigasi.com.Tim terpadu yang terdiri dari unsur Kepolisian,TNI, Dinas Pariwisata, Badan Keuangan Daerah dan instansi terkait lainnya, secara mendadak terjun langsung ke lokasi pemilik Villa dan Resort yang berada di dusun Kairinggi dan Dusun Katiet, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat.

Pengawasan terpadu terhadap ketaatan untuk membayar Pajak dan Retribusi, kata Kepala Keuangan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rinaldi,S.Kom.MM, pada Wartawan di Dusun Katiet, Rabu 3/7/2024, terkait pemungutan retribusi daerah terhadap kapal pesiar yang berkunjung ke Pulau Mentawai belum optimal dalam membayar retribusi daerah ke Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan tentu hal seperti ini tidak bisa dibiarkan, pelaksanaan pengawasan tim terpadu dilakukan agar peningkatan Pendapatan Asli Daerah dari sektor retribusi dapat di maksimalkan.

BACA JUGA:   Kapolres Way Kanan Ajak Personel Buru Pelaku Curas dan Tingkatkan Patroli di Daerah Rawan Kriminalitas

Menyinggung semakin maraknya para turis asing membeli tanah masyarakat dan mendirikan resort di daerah Kepulauan Mentawai khususnya di Dusun Katiet dan Dusun Kairinggi, kata kepala dusun katiet perlu adanya pengawasan melekat kepada turis yang datang dari berbagai negara. Pemerintah Daerah Kepulauan Mentawai tidak pernah menutup diri dan apalagi mempersulit para investor untuk berinvestasi, tapi juga harus taati aturan dan peraturan yang dibuat pemerintah. Mempunyai izin, membayar pajak dan retribusi untuk daerah.

Sementara itu, Firgian dari Bidang pajak, Badan Keuangan Daerah yang didampingi, Kabid Retribusi Edward dan Hadi yang langsung mendatangi dan mengecek terkait pembayaran pajak pemilik Resort, Manalu, Mark dan Kando dari Brazil, menerangkan, memang masih ada pemilik Resort yang membandel tak mau bayar Pajak. Dan ada juga pemilik Resort yang taat membayar pajak. Dan kepada mereka, kita akan tetap berusaha mensosialisasikan, betapa pentingnya membayar pajak untuk pemasukan daerah.

BACA JUGA:   MN ASN di kecamatan Abung tinggi di Laporkan ke Insfektorat Lampung Utara,Inspektorat di Minta tindak tegas.

Terkait, tack Surfing untuk 14 hari bagi turis mancanegara, kata Edward kabid Retribusi hanya dipungut biaya Rp.2 juta rupiah. Sedangkan untuk turis lokal hanya Rp.500 ribu rupiah.

Dari pantauan Wartawan di dusun Katiet dan dusun Kairinggi sudah hampir mencapai puluhan Villa maupun Resort yang dibangun dan dimiliki oleh para turis mancanegara yang nampaknya akan menjadi sebuah perkampungan para turis. Resort serta Villa yang mereka bangun cukup bagus dan indah yang kebanyakan pagar dan pintu masuk Resort sangat tinggi dan sulit untuk dilihat, selain juga jalan menuju Resort sangat sempit dan berlumuran, karena belum diaspal.

Sementara itu tempat para turis Surfing tidak terlihat adanya petugas pengaman pantai dari instansi Dinas Pariwisata.Dan jika suatu saat terjadi kecelakaan para turis yang sedang surfing, siapa yang bertanggung jawab, disamping sulitnya untuk membuang air kecil, karena ketiadaan MCK. Dan ini nampaknya menjadi perhatian bagi instansi terkait.

BACA JUGA:   Rozali Ketua DPC Partai Amat Nasional (PAN ) Beserta Rombongan pengurus mendaftar 40 Bakal calon legeslatif Optimis 8 Kursi Tahun 2024

( NNL,).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *