Petani Desa Pekualan Tercekik Harga Pupuk Bersubsidi yang Melambung

Avatar
banner 120x600

Oku Selatan (PI) Warga Desa Pekualan, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, terpaksa membeli pupuk bersubsidi dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah salah satu petani di desa tersebut, membeli pupuk Orea dan poshka seharga Rp 170.000 per sak (50 kg) dari Fajri, pengecer lokal.Padahal, sesuai ketentuan pemerintah, HET untuk pupuk bersubsidi adalah Rp 112.500 per sak (50 kg).

Kondisi ini membuat para petani merasa keberatan, namun mereka tidak memiliki banyak pilihan karena pupuk merupakan kebutuhan pokok untuk lahan pertanian mereka. Kenaikan harga yang signifikan ini dirasa memberatkan, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

BACA JUGA:   Wakil Bupati Lampura, Ardian Saputra menghadiri HUT Kemerdekaan RI, Desa Negara Tulang Bawang, Bunga Mayang

Para petani berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan para penjual atau distributor pupuk yang menjual di atas HET. “Kami berharap pemerintah dapat menertibkan para penjual atau distributor pupuk agar menjual pupuk sesuai harga HET yang telah ditentukan,” ujar salah satu petani pada hari Senin, 08 Juli 2024.

Kasus ini, mencuatkan kembali pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk bersubsidi, agar harga tetap terjangkau oleh petani, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah terkait diharapkan, segera turun tangan untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan, demi kesejahteraan para petani dan kelangsungan sektor pertanian di daerah tersebut.

( Andi Putra)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *