SANGGAU – KALBAR, (PI) Swasembada Pangan Nasional khususnya beras bukan hanya sekedar jargon semata. Perum Bulog menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, stok beras yang dikelola BUMN pangan itu berhasil menembus angka 5 juta ton, menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan
nasional.
Pendistribusiakn beras dari daerah surplus ke daerah defisit dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati swasembada pangan. Bulog Kancab Sanggau sendiri
mendapatkan suplai dari beberapa wilayah untuk memastikan ketahanan pangan di wilayah Sanggau dan Sekadau terjaga dengan baik. Saat ini 500 ton beras dari Sulsel sedang dalam proses pengiriman dan sebagian sudah dibongkar di Gudang.
Ditempat terpisah,
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5.000.198 ton menjadi bukti nyata keberhasilan swasembada pangan, bukan sekadar rekayasa
data.
Tinjauan Dirut Bulog bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di gudang filial Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis, Rizal menyatakan fasilitas penyimpanan Bulog, baik gudang milik sendiri maupun gudang yang disewa, saat ini terisi penuh oleh hasil produksi petani dalam negeri.
“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri, gudang-gudang swasta yang disewa juga mengalami kondisi serupa. Nah ini menunjukkan negara kita betul-betul swasembada pangan, bukan rekayasa dan lain sebagainya,” kata Rizal.
Menurut Rizal, melimpahnya stok tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian nasional sekaligus keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.” pungkasnya.
(*/ MJ)









