KAYUAGUNG, OKI (PI) – Kondisi plafon atap ruang kelas di SMA Negeri 1 Kayuagung yang telah jebol dan membahayakan para siswa kembali menjadi sorotan publik karena tak kunjung diperbaiki. Meskipun sudah diberitakan, kondisi tersebut tak kunjung mendapatkan perbaikan, membuat masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan untuk tidak menutup mata dan segera mengambil tindakan tegas.
Kondisi plafon yang rusak telah terjadi sejak beberapa bulan lalu, di mana sebagian bagian atap ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan akibat kurangnya pemeliharaan secara berkala.
“Kami khawatir jika terus dibiarkan, bisa saja terjadi kecelakaan serius seperti keruntuhan atau cedera pada siswa maupun guru,” ujar salah seorang siswa SMAN 1 Kayuagung yang tidak ingin disebutkan namanya.
Masyarakat mengungkapkan kekesalan karena keluhan yang telah disampaikan tak kunjung direspon dengan tindakan perbaikan dari pihak berwenang.
“Tidak ada tindakan nyata untuk memperbaikinya. Padahal ini berkaitan dengan keselamatan anak-anak di sekolah yang sedang menimba ilmu,” jelasnya.
Masyarakat juga mengajukan dugaan bahwa terdapat masalah dalam pengalokasian anggaran yang seharusnya digunakan untuk pemeliharaan infrastruktur sekolah.
Oleh karena itu, mereka mendesak agar pihak APH segera melakukan penyelidikan guna mengetahui apakah ada praktik penyalahgunaan dana atau tidak.
“Kita tidak ingin berspekulasi sembarangan, namun kondisi yang terus memburuk membuat kita khawatir ada masalah dalam pengelolaan anggaran. Kami mendesak APH dan Disdik Sumsel untuk tidak tutup mata dan segera tindak tegas, baik itu untuk memperbaiki plafon maupun menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana yang mungkin terjadi,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan maupun pihak APH terkait keluhan yang diajukan oleh masyarakat. (Jul PPWI OKI/Tim Redaksi)
Referensi:







