KAYONG, UTARA – KALBAR, PEWARTA INVESTIGASI Seponti – Pimpinan Cabang Pemuda Gerakan Pemuda (GP Ansor) Kabupaten Kayong Utara dan Pimpinan Sub-Cabang (PAC) Fatayat NU Seponti menggelar kegiatan saling kerja sama bersih-bersih di sekitar Monumen Kota Terpadu Seponti (KTM).
Kegiatan ini diprakarsai sebagai demonstrasi kepedulian pemuda Nahdlatul Ulama terhadap lingkungan dan fasilitas umum yang ikonik di daerah tersebut. Dengan peralatan bersih-bersih, puluhan kader bekerja sama untuk membersihkan gulma dan sampah plastik serta membersihkan area sekitar monumen.
Ketua GP Ansor Cabang Kayong Utara, Ridwan, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar operasi bersih-bersih biasa, melainkan katalis untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan di dalam masyarakat.
“Kami ingin mendorong semua lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Mari kita hidupkan kembali budaya gotong royong, yang merupakan ciri khas bangsa kita,” kata Ridwan di sela-sela acara tersebut.
Ridwan juga menekankan pentingnya kemandirian masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Ia percaya bahwa kesadaran kolektif membawa perubahan jauh lebih cepat daripada hanya menunggu tindakan dari pihak luar.
“Untuk hal-hal kecil seperti menjaga keramahan lingkungan, kita tidak boleh selalu bergantung pada pemerintah. Itu adalah tanggung jawab kolektif kita sebagai warga yang tinggal di sini. Jika bukan kita, siapa yang akan melakukannya?” tegasnya.
Ketua MWC-NU Seponti, Slamet Riyadi, S.IP, menyampaikan apresiasinya kepada Gerakan Pemuda Ansor dan NU Fatayat atas inisiatif kegiatan kerja sama ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada GP Ansor, yang dipimpin oleh Mas Ridwan. Aksi kerja sama ini harus menjadi contoh dan menginspirasi semangat baru bagi masyarakat Seponti,” pungkas Slamet.
Aksi positif ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Mulai sekarang, GP Ansor Kayong Utara dan Fatayat NU berkomitmen untuk secara konsisten menyelenggarakan kegiatan serupa, yang tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga pada isu-isu sosial dan komunitas lainnya di Bumi Bertuah.” Pungkasnya. (Muhammad Ridwan).
(Mataji)







