Jalan Rawa Jitu – Umbul Mesir Dibangun, Distribusi Hasil Pertanian Semakin Lancar

Avatar

Tulang Bawang (PI) —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan infrastruktur jalan pada ruas Rawa Jitu – Umbul Mesir, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (24/6/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target demi mempercepat konektivitas antar daerah.

​Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi jalan sepanjang 5,6 kilometer ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan beberapa bulan lalu. Saat ini, jalur tersebut sedang dalam tahap pelapisan sebelum nantinya akan ditingkatkan menjadi jalan beton (rigid pavement).

​”Alhamdulillah hari ini sudah mulai baik. Ya, tinggal asphalt, layer concrete setelah itu baru di-rigid. Insyaallah bulan September, paling lama Oktober sudah bisa selesai,” ujar Gubernur di lokasi peninjauan.

​Perbaikan infrastruktur ini terbukti memberikan dampak instan dan masif bagi mobilitas masyarakat sekitar. Berdasarkan laporan kepala deaa setempat, waktu tempuh dari Sumber Agung menuju Aji Mesir yang semula memakan waktu hingga satu jam akibat rusak parah, kini dapat dipangkas secara drastis.

​”Yang tadinya satu jam dari Sumber Agung, Kampung Sumber, sampai Aji Mesir sini, sekarang lima menit sudah nyampe,” ungkapnya kepada Gubernur.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur menyambut dengan optimis,

“Lima menit sudah sampai, ya. Padahal belum di-rigid ini. Belum rigid, ini masih base ini, belum rilis total ini,” ujar Gubernur.

​Selain mempermudah mobilitas, peningkatan kualitas jalan ini memicu geliat ekonomi yang luar biasa di kawasan Tulang Bawang. Harga komoditas tanah di sepanjang koridor jalan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat. Tidak hanya itu, sektor pertanian yang menjadi penopang utama kawasan tersebut turut merasakan dampak positif berupa kenaikan harga gabah basah di tingkat petani yang kini menyentuh angka Rp7.000 per kilogram.

​Gubernur Mirza menegaskan, pemerintah daerah tidak akan berhenti pada pembangunan jalan saja. Guna memaksimalkan potensi pertanian pasca perbaikan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengintegrasikan bantuan teknologi pertanian berupa mesin pengering (dryer).

​”Besok kita kasih dryer, naik lagi jadi Rp8.500,” tegas Gubernur sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

​Melalui konektivitas jalan yang semakin mantap ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap distribusi logistik hasil pertanian dapat berjalan optimal, menekan biaya transportasi, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang dan sekitarnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *