Kayuagung (PI) – Seorang warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), berinisial NE, mengeluhkan namanya yang mendadak hilang dari daftar penerima bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Padahal, NE merasa dirinya masih memenuhi syarat sebagai penerima bantuan karena kondisi ekonominya yang kurang mampu.
NE mengungkapkan, sekitar seminggu lalu, empat orang yang mengaku sebagai utusan dari pihak Kelurahan Kedaton telah datang ke rumahnya. Kedatangan mereka diharapkan dapat memberikan solusi terkait hilangnya bantuan KKS tersebut.
“Sudah dikunjungi 4 orang yang mengaku utusan pihak kelurahan Kedaton ke rumah saya, kurang lebih seminggu lalu,” ujar NE.
Namun, hingga saat ini, NE tak kunjung mendapatkan bantuan yang seharusnya menjadi haknya. Ia pun merasa kecewa dengan respons pihak kelurahan yang dinilai tidak memberikan solusi konkret.
“Dengan melaporkan kepada pihak kelurahan, kita berharap mendapat solusi, bukan ucapan manis yang tak berujung,” keluhnya.
NE juga mempertanyakan fungsi kelurahan jika hanya saling lempar tanggung jawab dengan pihak dinas sosial terkait masalah bantuan. Ia bahkan menduga ada praktik pencoretan daftar penerima bantuan yang dilakukan oleh oknum tertentu.
“Apa fungsi kelurahan jika untuk membantu warga mendapatkan bantuan saja saling lempar dengan pihak dinas sosial? Apakah fungsinya diduga mengintervensi dan mencoret daftar penerima bantuan pemerintah saja?” tanyanya dengan nada kecewa.
Hal senada juga diungkapkan oleh SA, warga Kedaton lainnya, yang mengaku mengalami perlakuan serupa. SA juga merasa namanya dicoret dari daftar penerima bantuan KKS tanpa alasan yang jelas.
“Sama seperti yang dialami Ibu NE, saya juga didatangi perangkat kelurahan, tapi ujung-ujungnya tidak ada solusi. Mereka datang hanya untuk mendata, tapi setelah itu tidak ada kejelasan,” ujar SA dengan nada kesal.
SA menambahkan, perlakuan pihak Kelurahan Kedaton yang dinilai tidak bekerja dengan baik dan datang tanpa solusi membuat warga semakin kecewa dan merasa tidak diperhatikan. (Tim PPWI OKI/Red)
Referensi:






