Dinas PUPR Kepulauan Mentawai Terus Mengebut Pembangunan Jalan Buttui-Matotonan

Avatar
banner 120x600

Kepulauan Mentawai, pewarta investigasi.com.

Pembangunan Jalan merupakan urat nadi ekonomi masyarakat. Dengan adanya jalan yang bagus, maka transportasi bisa berjalan lancar. Pemkab Kepulauan punya komitmen besar untuk memberi yang terbaik pada rakyat, agar perekonomian bisa meningkat tajam.Kepukauan Mentawai kini tengah membuka akses baru penghubung Desa Buttui menuju Matotonan di pedalaman Siberut Selatan.

Pada tahun 2026 , Dinas PUPR Kepulauan Mentawai, mengejar mengerjakan pembukaan jalan sepanjang 7 kilometer. Kabar baiknya, sejak Januari hingga April progres sudah mencapai 4 kilometer.

” Pada pembanguan jalan ini, Metode yang kami pakai swakelola karya bakti. Libatkan warga dan alat yang ada,” kata Kepala Dinas PUPR Mentawai, Brandus Simanjuntak, pada Wartawan 21/4/2026 di Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat.

Bagi warga Buttui dan Matotonan, jalan ini bukan sekadar proyek. Selama puluhan tahun, dua desa itu hanya terhubung jalan setapak dan jalur laut. Kalau musim hujan, ongkos angkut hasil kebun bisa naik dua kali lipat.

Selain ekonomi, akses baru ini ikut membuka pintu pariwisata. Desa Matotonan dikenal sebagai salah satu kantong budaya tradisional Mentawai. Wisatawan yang ingin melihat sikerei atau rumah adat uma kini punya jalur darat alternatif.

Kadis Brandus kembali menjelaskan, untuk anggaran pembukaan jalan Buttui-Matotonan akan menelan biaya lebih kurang Rp 2 miliar yang dana bersumber dari APBD Kabupaten Kepulauan Mentawai. Brandus pun sangat optimistis jika cuaca mendukung dan tidak ada kendala berarti, sisa 3 kilometer bisa dirampungkan pada tahun 2026.

“pekerjaan proyek ini merupakan program prioritas Kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Bupati Rinto Wardana. Dimana harus langsung berdampak positif serta dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Pekerjaan pembangunan jalan di Kepulauan Mentawai pada tahun 2026 tidak berhenti pada satu ruas. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tetap terus menangani pembukaan jalan Sigapokna-Simatalu yang panjangnya di atas 50 kilometer. Pada 1 April tahun 2026 Kontrak kerja sudah diteken. Kini tim masih tahap mobilisasi alat berat dan pengukuran ulang di lokasi pembuatan jalan.

Utama yang lebih panjang lagi, direncanakan ada pembukaan 108 kilometer jalan di kawasan Taman Nasional Siberut. Untuk ruas ini, kata Kadis PUPR Mentawai, kita masih menunggu dan izin dari Kementerian Kehutanan telah ada. Mudah-mudahan tidak ada kendala.

Meski begitu, pekerjaan belum tanpa hambatan. Ada sekitar 26,5 kilometer ruas jalan menuju Simatalu yang masuk kawasan hutan lindung. Izin sebelumnya sudah habis masa berlaku dan kini harus diperbarui.

“terkait pembangunan jalan ini, kami telah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait. Mudah-mudahan tahun ini clear, jadi karya bakti bisa lanjut sampai tembus Simatalu,” ujar Kadis PUPR Brandus.

Keterbukaan jalur baru tentu saja berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Dan Pemkab Kepulauan Mentawai berharap dengan adanya konektivitas antar desa sangat berimbas pada Ekonomi serra layanan pendidikan dan kesehatan masuk. Artinya, Kepulauan Mentawai semakin eksis dan terbuka tanpa kehilangan jati diri budaya yang telah dilestarikannya puluhan tahun nan lalu.

 

(Nas).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!