Bus Sekolah Jadi Sorotan, Warga Desa Telang Hentikan Batu Bara

Avatar

Sum – Sel Musi Banyuasin, (PI) — Sejumlah warga RT 7, Dusun 3, Desa Telang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), melakukan aksi penghentian aktivitas holing dan loading batu bara pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait aktivitas angkutan dan kegiatan batu bara di wilayah mereka. Selain itu, warga juga mempertanyakan kejelasan mengenai bantuan bus sekolah yang disebut-sebut berasal dari pihak PT. Musi Mitra Jaya (MMJ)

Menurut informasi yang disampaikan warga, bantuan bus sekolah tersebut seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, khususnya sebagai sarana transportasi bagi pelajar. Namun, warga mempertanyakan keberadaan, status, serta mekanisme pengelolaan kendaraan tersebut.

Warga bahkan mempersoalkan dugaan bahwa bus sekolah tersebut berada dalam penguasaan Kepala Desa Telang. Atas persoalan itu, masyarakat meminta adanya penjelasan secara terbuka mengenai siapa penerima bantuan, bagaimana status kendaraan, siapa yang bertanggung jawab mengelola, serta siapa saja yang berhak memanfaatkan fasilitas tersebut.

Warga Minta Bantuan untuk Kepentingan Masyarakat Dikelola Transparan

Bagi masyarakat, bantuan perusahaan yang diberikan untuk kepentingan umum semestinya dapat digunakan sesuai tujuan awal pemberian bantuan.

“Kalau memang bantuan tersebut untuk masyarakat dan pelajar, kami meminta kejelasan. Siapa penerimanya, bagaimana pengelolaannya dan untuk siapa bus itu digunakan,” demikian aspirasi yang disampaikan warga.

Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan menjadi polemik berkepanjangan. Mereka meminta Pemerintah Desa Telang maupun pihak perusahaan memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Aktivitas Angkutan Batu Bara Juga Disorot

Selain persoalan bus sekolah, aksi warga juga berkaitan dengan penghentian aktivitas holing dan loading batu bara.

Warga menyebut penghentian aktivitas tersebut juga berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengenai penggunaan jalan khusus bagi angkutan batu bara.

Pemprov Sumsel sebelumnya menerbitkan Instruksi Gubernur Sumatera Selatan Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025 yang mengatur penggunaan jalan khusus pertambangan bagi kendaraan angkutan batu bara.

Kebijakan tersebut pada prinsipnya mengarahkan angkutan batu bara agar tidak menggunakan jalan umum dan menggunakan jalan khusus pertambangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, warga meminta agar aktivitas angkutan batu bara di wilayah tersebut juga dapat dipastikan berjalan sesuai aturan, termasuk terkait penggunaan akses jalan dan ketentuan lalu lintas angkutan hasil tambang.

Pemkab Muba Diharapkan Turun Tangan

Masyarakat berharap Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dapat memfasilitasi dialog antara warga, pemerintah desa, perusahaan dan pihak-pihak terkait apabila persoalan tersebut belum menemukan titik penyelesaian.

Warga menegaskan bahwa tuntutan mereka pada dasarnya meminta transparansi dan kejelasan terhadap bantuan yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat serta kepastian bahwa aktivitas angkutan batu bara dilaksanakan sesuai ketentuan.

Masyarakat juga meminta agar pihak yang mengetahui atau terlibat dalam pemberian bantuan bus sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka, terutama mengenai status kendaraan, sumber bantuan, penerima bantuan, pengelola, serta mekanisme pemanfaatannya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Kepala Desa Telang maupun pihak PT MMJ terkait tuntutan warga dan status bantuan bus sekolah tersebut.
Pewarta investigasi.com akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang dan memberikan ruang klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan.

Aksi warga tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk duduk bersama, membuka informasi secara transparan, serta mencari solusi terbaik yang mengutamakan kepentingan masyarakat, ketertiban aktivitas pertambangan dan kelancaran pendidikan di Desa Telang. (Irawan/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!