LAMPUNG UTARA (PI) — Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lampung Utara bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, pada Rabu (28/10). Peninjauan ini dilakukan menyusul penarikan kembali sebanyak 1.585 ompreng makanan bergizi yang batal didistribusikan kepada anak-anak sekolah.
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Satgas MBG Lampung Utara, Drs. Mat Soleh, M.Pd., didampingi perwakilan Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Dinas Lingkungan Hidup, Tim Satgas MBG, ahli gizi Yogi, serta pihak pengelola Dapur Abung Jayo.
Setibanya di lokasi, Mat Soleh langsung meminta klarifikasi kepada ahli gizi Dapur Abung Jayo terkait alasan penarikan ribuan paket makanan tersebut. Yogi menjelaskan bahwa tindakan tersebut diambil sesaat sebelum distribusi dilakukan karena hasil uji organoleptik menunjukkan menu makanan tidak layak konsumsi.
“Ompreng ditarik kembali saat ingin didistribusikan ke sekolah karena ketidaklayakan untuk dikonsumsi, baik dari segi rasa, tekstur, maupun tampilan yang dinilai tidak layak diberikan kepada anak-anak sekolah. Setelah diuji organoleptik, diputuskan untuk tidak jadi didistribusikan kepada 1.585 penerima manfaat di Abung Jayo. Sisa makanan tersebut juga sudah dikuburkan ke dalam tanah,” jelas Yogi.
Menanggapi kejadian ini, Ketua Satgas MBG Lampung Utara, Mat Soleh, memberikan arahan tegas mengenai pengelolaan limbah makanan sisa. Ia mengklasifikasikan limbah makanan menjadi dua kategori: sisa yang relatif aman dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, sedangkan limbah yang berisiko harus dikubur demi menjaga higienitas lingkungan.
Mat Soleh mengapresiasi langkah preventif dan kehati-hatian pengelola yang memilih menarik makanan demi melindungi kesehatan anak-anak sekolah. Kendati demikian, ia juga menginstruksikan pihak pengelola agar segera memberikan kompensasi kepada para penerima manfaat yang terdampak pembatalan distribusi tersebut.
Di sisi lain, penanggung jawab Dapur Abung Jayo, Sitompul, menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen untuk mengevaluasi serta memperbaiki sistem operasional dapur ke depannya.
“Kami akan lebih maksimal lagi. Karena kesehatan dan gizi anak bangsa jauh lebih utama,” tegas Sitompul.
(Tim/Red)






