Menyalakan Semangat Raden Ajeng Kartini

Avatar
banner 120x600

Lampung Utara. April 2024 Selamat Hari Kartini Otobiografi Raden Ajeng Kartini: Menembus Batas, Menyalakan Semangat Lahir di Bumi Ning Jepara, Mengukir Mimpi Perempuan Bangsa

Aku, Raden Ajeng Kartini, terlahir di Jepara, Hindia Belanda, pada tanggal 21 April 1879. Sejak kecil, aku dibesarkan dalam lingkungan priyayi Jawa yang kental dengan tradisi dan adat istiadat. Namun, di balik tembok pembatas keputrian, jiwa pemberontakku mulai bersemi. Aku melihat realitas pahit yang dialami perempuan di masa itu,

keterbatasan akses pendidikan, pernikahan dini, dan belenggu budaya patriarki yang mengungkung.
Menemukan Cahaya Pengetahuan, Membuka Jalan Perubahan Hasratku untuk menimba ilmu mengantarku melangkah ke luar tembok keputrian. Aku belajar bahasa Belanda dan membaca buku-buku tentang ilmu pengetahuan, filsafat, dan perjuangan perempuan dari berbagai penjuru dunia.

BACA JUGA:   Diduga Cabuli Seorang Wanita, Pria 33 Tahun di Pakuan Ratu Diringkus Polres Way Kanan

Cahaya pengetahuan bagaikan mentari yang menerangi pikiranku, membangkitkan semangatku untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kesetaraan bagi kaum perempuan.
Lewat Pena dan Surat, Menggemakan Suara Perempuan
Aku mulai menuangkan ide dan gagasanku dalam bentuk surat dan tulisan. Surat-suratku kepada sahabat-sahabatku di Eropa, seperti Abendanon dan Estelle Sylva Visser, menjadi wadah bagiku untuk menyuarakan keprihatinan dan mimpiku tentang masa depan perempuan Indonesia yang bebas, berpendidikan, dan setara dengan laki-laki.
Menentang Tradisi, Memperjuangkan Emansipasi.

Pernikahanku dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat pada tahun 1903 tak menyurutkan semangat perjuanganku. Aku tetap gigih menyuarakan emansipasi wanita, meskipun harus melawan arus tradisi dan pandangan masyarakat yang masih kaku.

BACA JUGA:   Gelapkan Uang Angsuran Nasabah, Karyawan BANK BPR Bunga Mayang di Tangkap Polisi

Karya Abadi, Semangat yang Tak Padam
Meskipun usiaku terbilang singkat, karyaku tak lekang oleh waktu. “Habis Gelap Terbitlah Terang”, kumpulan surat-suratkku, menjadi bukti nyata perjuangan dan gagasan revolusionerku. Semangatku terus menginspirasi generasi perempuan Indonesia untuk meraih mimpi dan mendobrak batas-batas yang mengungkung.
Warisan Kartini: Semangat Juang yang Tak Lekang Oleh Waktu
Hari ini, tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini. Hari ini, kita mengenang jasaku dan para pejuang perempuan lainnya yang telah membuka jalan bagi kemajuan perempuan di Indonesia. Namun, perjuangan belum selesai. Masih banyak perempuan yang harus diberdayakan, masih banyak diskriminasi yang harus dilawan.

Semangat Kartini harus terus berkobar dalam diri kita semua. Mari kita teruskan perjuangan untuk mewujudkan cita-cita Kartini: perempuan Indonesia yang bebas, berpendidikan, dan setara, berkontribusi dalam membangun bangsa yang maju dan sejahtera.
Bersama, Kita Bisa!
Raden Ajeng Kartini
Pahlawan Nasional Indonesia. .👌

BACA JUGA:   Ketua DWP Kominfo Kabupaten Lampung Utara Ibu Hj. Kiki Rizki Gunaido. SH. MH Mengadakan Silaturahmi dengan Anggota DWP.

(*)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *