Di Sinyalir Rampok Dana Proyek Pembangunan Sarana Prasarana Dan Utilitas SMPN 02 Buana Pemaca Hingga Bangunan Terancam Ambruk

Avatar

Muaradua,PewartaInvestigasi.Com,Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Jum,at 23 Agustus 2024. Minimnya pengawasan di bidang pembangunan hingga membuat kontraktor dengan leluasa bermain curang dalam pembangunan, khususnya kabupaten Oku Selatan.

Seperti yang terjadi pada proyek pembangunan gedung sekolah SMPN 02 Kecamatan Buana Pemaca,Diduga proyek tersebut jadi ajang bisnis bagi kontraktor,Karena pembangunan SMPN 02 tersebut sangat melenceng dari RAB yang sudah di rencanakan.

Pembangunan sarana prasarana dan utilitas ini menelan dana yang sangat fantastis Rp.2.142.611.800.00 bersumber dari dana APBD ADA Dinas pendidikan,Kab.Oku Selatan.
Dengan nomor,420/16/KTR/PPK/IV/DISDIK OS/2024.Yang di kerjakan oleh CV.NAZHIRA.

Dalam pelaksanaan pembangunan banyak sekali di temukan pekerjaan yang tidak mengacu dalam RAB,Seharusnya Bahan material di gunakan tapi ini tidak di pakai,Seperti pengecoran sloof penopang susunan bata tembok bangunan gedung,Itu tidak menggunakan rangkaian besi.Seharusnya pengecoran balok sloof tersebut menggunakan besi.

Dengan terjadinya kecurangan dalam pembangunan gedung sekolah SMPN 02 Buana Pemaca ini sangat mengancam terjadinya ambruk dan atau runtuh nya bangunan tersebut.Kalu pembangunan di teruskan hingga selesai diduga menimbulkan ancaman keselamatan bagi pengguna bangunan gedung sekolahan itu sendiri.Yang jelas mengancam keselamatan siswa/siswi maupun para guru SMPN 02 Buana Pemaca.

Saat narasumber di wawancarai awak media Pewarta Investigasi.Com yang namanya enggan di sebut mengatakan,”Saya merasa khawatir dengan bangunan gedung sekolah itu pak,Karena bangunan tersebut tidak menggunakan tulang dalam pengecoran balok,Seperti pengecoran balok sloof untuk bangunan gedung kelas,Dua kelas bangunan tersebut hanya menggunakan besi untuk cor tiang saja,sedangkan untuk sloof nya tidak menggunakan besi,Saya khawatir bangunan itu tidak bertahan lama terancam roboh,Kasian para murid dan guru takut menjadi korban kalau bangunan sekolahan tersebut runtuh.
Saya heran pak,Kenapa bangunan gedung sekolahan sudah menggunakan uang yang begitu besar,Tapi cara membangunnya asal mau aja,imbuh narasumber.

Saat salah seorang wali murid SMPN 02 Buana Pemaca di wawancarai awak media di lain tempat , SK mengatakan ,” Benar Saya wali murid dari salah seorang siswa SMPN itu pak,Saya tidak tahu masalah pembangunan gedung sekolahan tersebut,Tapi kalau memang seperti yang bapak katakan itu benar,Jujur saya merasa takut juga dengan kualitas bangunan sekolahan itu pak,Takutnya kelas tersebut di tempati rombongan anak saya,Gawat pak mereka terancam kena runtuhan bangunan sekolahan, Kalo cara pembangunannya tidak beres,(asal jadi saja)Apa lagi pembangunannya tidak memakai besi kayak gitu,Jelas SK.

Awak media Pewarta Investigasi.Com dan Team coba mengkonfirmasi kontraktor pembangunan sarana prasarana dan utilitas dengan menggunakan CV.NAZHIRA.Kontraktor ZKN mengatakan,Kalau dia tidak mengetahui sebab dia tidak di lapangan,AN lah yang berada di lapangan,Dengan kejadian ini saya juga merasa di bohongi.Tapi coba kita sama sama mengecek ke lapangan,Apakah benar cor sloof pembanguan gedung sekolahan tersebut tidak pakai besi,Kiat hancurkan supaya kelihatan pakai besi atau tidak,Jelas ZKN.

Misal kan memang cor sloof tersebut tidak pakai besi berarti semua bangunan yang sudah ada akan kami hancurkan dan bangunan ulang,ya paling juga sama sama rugi kata ZKN memaparkan melalui via telpon.Yang jadi pertanyaan bukanya di hancurkan lantas di bangun ulang,Indikasi dugaan fiktif nya material besi yang jadi acuan,Hal ini sudah mengangkangi undang undang yang berlaku di negara republik indonesia.

Selang beberapa jam ada seseorang Chet melalui WhatsApp mengatakan dirinya bernama AN ingin mengajak awak media bertemu,Ingin membahas masalah proyek pembangunan sekolahan yang berada di gemiung,seperti itu pesan WhatsApp yang di kirim kepada awak media pewarta investigasi.com.
Tidak jelas apa tujuan bapak yang mengaku bernama AN tersebut, Hingga berita ini di terbitkan saudara ZKN diduga kontraktor yang bertanggung jawab terhadap proyek pembangunan gedung sekolah SMPN 02 Buana Pemaca tersebut tidak merasa bersalah,Karena dia bukan bagian lapangan,jelas ZKN.

Diduga pihak kontraktor dengan sengaja mengurangi material bangunan SMPN 02 Kecamatan Buana Pemaca agar yang bersangkutan mendapat keuntungan yang sangat besar.Tanpa memikirkan mutu dan kualitas bangunan yang dia kerjakan,Dalam proyek pembangunan gedung sekolah dan gedung laboratorium SMPN 02 Buana Pemaca,Kepada dinas yang bertanggung jawab dalam pembangunan ini kami minta untuk menghentikan dan menindak tegas kontraktor yang dengan sengaja bermain curang dalam pengerjaan proyek ini,Dan kami minta kepada aparat penegak hukum (APH) dapat memberi sangsi hukum atas perbuatan kontraktor tersebut,Agar menjadi contoh kepada kontraktor lainnya.

(Team Umar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!