Kontroversi Lomba Kayuagung Runway OKI, Dugaan Pengurangan Hadiah Peserta Jadi Pertanyaan?

Avatar

Kayuagung (PI) – Akun Facebook Fitri Putri Burlian mengunggah sebuah postingan yang mengkritik ketidakcocokan antara pengumuman hadiah oleh MC dengan kenyataan di lapangan dalam acara Runway OKI yang digelar di Gedung Kesenian Kayuagung, Sabtu malam lalu. Dalam unggahannya pada Minggu, 8 Maret 2026, Fitri Putri Burlian menyatakan bahwa hadiah yang diumumkan tidak sesuai dengan pemberian kepada para pemenang lomba lari saat acara tersebut berlangsung. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada pemberitahuan dari panitia bahwa akan ada perubahan hadiah; baru sore tadi mereka mengeluarkan pernyataan tersebut.

Diketahui, acara Kayuagung Runway OKI dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati OKI, Muchendi, dengan peserta dari berbagai kalangan masyarakat OKI yang ingin berpartisipasi. Sponsor resmi, salah satunya logo Pemerintah Kabupaten OKI, juga tercantum di spanduk acara.

Namun, hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari panitia maupun pihak terkait mengenai penggunaan dana dari Pemda OKI maupun dari dana pribadi peserta. Hal ini memicu kekhawatiran dan pertanyaan dari masyarakat tentang transparansi dan pengelolaan dana kegiatan tersebut.

Masyarakat dan peserta berharap pihak panitia dapat segera memberikan penjelasan terkait ketidaksesuaian hadiah ini agar tidak muncul anggapan negatif atau persepsi bahwa terjadi penyimpangan dalam penyelenggaraan acara.

Selain itu, dalam unggahannya, admin Kayuagunglipp menyebutkan bahwa dana acara tersebut berasal dari dana pribadi. Bahkan, admin menyampaikan kata-kata tidak pantas, terutama pada seorang perempuan, dalam bahasa daerah sebagai bentuk kecemasan.

“Ng*yok embok mu bik korupsi duet kami pribadi hadiah tu, bukan duet Negoro, tau dk kau bik dg ngayok embok kau,” tulis admin tersebut di akun Kayuagunglipp.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak panitia maupun Pemda OKI belum memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian ini. Masyarakat dan peserta menunggu penjelasan resmi agar tidak muncul persepsi negatif terkait pengelolaan dana dan keberlangsungan acara. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!