Tulangbawang — Pemerintah Kabupaten Tulangbawang terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas tenaga pendidik di wilayahnya. Hal ini ditegaskan saat Bupati Tulangbawang, Drs. Qudratul Ikhwan, MM, secara resmi membuka agenda Seminar dan Workshop Guru Agung 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala, Kamis (12/03/2026).
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh PGRI Kabupaten Tulangbawang ini dihadiri oleh ratusan tenaga pendidik dari berbagai jenjang sekolah di seluruh penjuru Kabupaten Tulangbawang.
Dalam sambutannya, Bupati Qudratul Ikhwan menekankan betapa krusialnya peran seorang guru dalam roda pembangunan bangsa. Menurutnya, masa depan bangsa dan lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas berada di tangan para pendidik.
”Tanpa guru, saya dan mungkin kita semua tidak akan berada di posisi ini. Artinya, posisi guru sangat strategis dalam kehidupan. Guru sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Di tengah segala keterbatasan yang ada, mari kita terus berkolaborasi membangun dunia pendidikan yang lebih baik di Tulangbawang,” ujar Qudratul penuh khidmat.
Lebih lanjut, Qudratul juga mengingatkan tantangan nyata di era milenial dan transformasi digital yang bergerak eksponensial. Ia mengimbau agar para guru tidak menutup mata terhadap perkembangan teknologi dan segera meninggalkan pola-pola pengajaran konvensional yang monoton.
”Di era digital seperti sekarang, guru tidak bisa lagi mengajar hanya mengandalkan buku. Anak-anak saat ini memandang guru sebagai sosok yang serba bisa. Jika guru tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi di era milenial, maka kita akan tertinggal,” tambahnya tegas.
Begitu pula apresiasi tinggi datang dari Sekretaris Jenderal PGRI Pusat, Dudung Abdul Qodir. Dirinya memuji langkah progresif Pemkab Tulangbawang serta pengurus PGRI daerah yang sukses mengemas acara bertajuk Great Teacher ini sebagai wadah peningkatan kompetensi.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Bukti keberhasilannya terlihat dari adanya komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan sinergi. Jika PGRI terus menerapkan empat hal ini, saya yakin PGRI Tulangbawang dapat menjadi lokomotif perubahan di Provinsi Lampung,” ungkap Dudung optimis.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Tulangbawang sekaligus Kepala Dinas Pendidikan setempat, M. Ami Iswandi Balau, menegaskan bahwa adaptasi metode pengajaran adalah harga mati demi menciptakan iklim belajar yang inklusif dan menarik bagi siswa.
“Guru harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, kebutuhan belajar siswa, serta mengubah metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik,” jelas Ami Iswandi.
Tak hanya dari sektor pemerintahan dan organisasi profesi, dukungan terhadap kemajuan pendidikan Tulangbawang juga disuarakan oleh pilar keempat demokrasi. Jurnalis Senior Lampung Post, Iskandar Zulkarnain, yang hadir sebagai salah satu pembicara, menyebutkan bahwa pers mengemban tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat.
“Kami berharap melalui seminar dan workshop ini kompetensi dunia pendidikan di Tulangbawang semakin meningkat. Guru harus terbuka terhadap perkembangan digital,” pungkas Iskandar.
Acara yang berlangsung interaktif ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat baru bagi para guru di Tulangbawang untuk bertransformasi menjadi pendidik yang modern, adaptif, dan inspiratif.
(Sandra Adiguna/Red)






