Padang Pariaman, Pewarta Investigasi.Com.
Kebahagian bercampur haru sekaligus bahagia terus menyelimuti para orang tua murid juga para pendidik di lingkungan SMAN 2 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, akan keberhasilan anak didiknya untuk terus melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi nasional.
Bagi siswa dan siswi yang masuk sistem seleksi nasional berdasarkan prestasi ( SNBP ) yang dilakukan berbagai perguruan tinggi terkemuka dan seleksi prestasi akademik nasional perguruan tinggi keagamaan islam negeri ( SPAN PTKIN ) tahun 2026.
Dari data yang diperoleh Wartawan Pewarta Investigasi.Com, dari Kepsek SMAN 2 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, Aghfirli Syofyan, S.Pd, M.Pd pada Kamis 21/6/2026, diruang kerjanya, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, secara nyata, menjelaskan bahwa dalam proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2026, SMAN 2 Batang Anai,melalui jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi ada 29 orang, 4 orang Poltekes dan SPAN PTKIN sebanyak 12 orang telah berhasil lulus. Keberhasilan ini tentu saja tidak terlepas dari semua pihak yang terlibat mulai dari wali murid, siswa dan para pendidik. ” Tahun lalu 2025 hanya 6 orang yang lulus SNBP..Kini mencapai 29 orang. Ini merupakan lonjakan yang tinggi. Artinya , SMAN 2 Batang Anai sudah mulai dilirik, karena prestasinya.Dan kami berharap tahun depan terus meningkat,” ujar Kepsek yang mengawal karier dari Wakil Kepsek SMAN 1 Lubuk Alung, kemudian berlanjut ke SMAN Patamuan dan kini singgah dan merapat Kepsek SMAN 2 Batang Anai.
Kembali dijelaskan oleh Kepsek SMAN 2 Batang Anai, Aghfirli Sofyan S.Pd.M.Pd para siswa dan siswi yang diterima di perguruan tinggi tersebut, atas prestasi akademik yang merupakan telah menjadi minat para siswa untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Dari total siswa yang lulus kebanyakan melanjutkan ke perguruan tinggi Unand, UNP, PNP dan IKJ dengan berbagai jurusan dan disiplin ilmu.
“Alhamdullillah ,kami sebagai pendidik sangat bangga dan bersyukur, katena anak- anak kami sukses gemilang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang di cita- citakannya,” ungkap Kepsek yang didik dari keluarga lingkungan guru.
SPAN PTKIN, tambah, Kepsek Aghfirli Syofyan ,S.Pd.M.Pd merupakan jalur seleksi nasional yang mengandalkan nilai rapor dan prestasi akademik sebagai indikator utama penilaian. Dan jalur ini tentu menjadi pintu masuk favorit ke perguruan tinggi keagamaan islam negeri.
” Dan Alhamdullillah untuk tahun 2026 ini ada 12 orang peserta SMAN 2 Batang Anai yang resmi telah dinyatakan lulus melalui jalur SPAN PTKIN. Kami bangga dan angka ini menunjukkan minat sangat tinggi juga kualitas peserta mampu bersaing secara nasional dan kami sungguh bangga,” ungkap Aghfirli Sofyan yng awalnya tidak ada niat untuk menjadi guru akhirnya jatuh cinta mencerdaskan anak bangsa.
Sedangkan dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas guru dan siswa, Aghfirli S berupaya keras tetap berinovasi, mencetak siswa unggul dan bersaing lulusan kompeten, kreatif.
Untuk kedepan, langkah konsisten menjadi sebuah inspirasi bagi sekolah- sekolah yang ada di Propinsi Sumatera Barat. Untuk mewujudkan kualitas pendidikan perlu
ditingkatkan kerja keras dan kerja nyata serta sebuah visi yang jelas. Saat kini SMAN 2 Batang Anai mempunyai siswa dan siswi 750 dengan 21 ruang belajar dan total guru dan penjaga Sekolah termasuk kebersihan ada 60 orang..
Aghfirli Sofyan,S.Pd.MPd
Hanya lahir dari keluarga biasa dan semuanya pendidik. Cita-citanya, saat tamat SMAN Top Padang hendak melanjutkan ke Fakultas hukum, namun orangtuanya, menyarankan masuk kuliah ke IKIP dan tercapailah untuk mencetak generasi muda yang beriman dan bertaqwa serta cinta tanah air.
Pendidik, kata Kepsek SMAN 2 Batang Anai dimulai dari dasar, lingkungan keluarga dan sekolah. Menjadi manusia yang tangguh diperlukan kerja keras dan kerja nyata, disiplin, komitmen dan utamanya punya integritas..
Guna menciptakan suasana aman,nyaman serta pendidikan yang berkualitas, SMAN 2 Batang Anai, selain melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler, kesenian dan olah raga pencak sikat tradisional dan modern bagi siswanya, kini tengah mengebut penyelesaian pembanguan gedung dan ruang belajar yang pendanaannya di gelontorkan dari Kementerian Pendidikan RI dan mudah- mudah dalam waktu dekat sudah selesai dan bisa ditempatkan.
(Nas).







