LAMPUNG UTARA, (PI) — Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pekurun Udik, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, Iche Mionarti, M.Pd., memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknik dalam proyek revitalisasi sekolah senilai Rp822.275.654 yang bersumber dari APBN Kemendikdasmen RI tahun 2026.
Iche Mionarti menegaskan bahwa informasi dari narasumber sebelumnya yang menyatakan penggunaan besi struktur cor tiang berukuran 8 mm dan 6 mm dengan jarak sengkang 30 cm adalah TIDAK BENAR. Hal tersebut disampaikannya langsung kepada awak media saat meninjau lokasi konstruksi pada Sabtu (10/10/2026).
Guna membuktikan transparansi pengerjaan, pihak sekolah mendampingi tim media melakukan investigasi dan monitoring langsung ke lapangan. Berdasarkan pengecekan langsung di lokasi, struktur bangunan ternyata menggunakan besi berukuran 12 mm dan 8 mm, bukan seperti isu yang beredar sebelumnya.
“Pekerjaan bangunan konstruksi revitalisasi SDN 1 Pekurun Udik ini kami pastikan sudah sesuai dengan spesifikasi gambar yang ada di Rencana Anggaran Biaya (RAB). Selain itu, kami juga mengutamakan pemberdayaan warga lokal sebagai pekerja atau tukang dalam proyek ini,” ujar Iche Mionarti.
Ia menambahkan, pengawasan proyek dilakukan secara ketat guna menjaga kualitas bangunan sekolah agar bertahan dalam jangka panjang.
- Jadwal Pengawasan: Konsultan/pengawas rutin hadir setiap tiga hari sekali.
- Pelaporan: Hasil kontrol di lapangan dilaporkan secara langsung kepada fasilitator pusat.
- Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan potensi warga lokal sebagai tenaga kerja pengerjaan.
Di akhir penjelasannya, Iche Mionarti menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga Pemerintah Kabupaten Lampung Utara atas dialokasikannya bantuan pembangunan ini. Fasilitas yang layak memang sudah lama dinantikan oleh seluruh warga sekolah.
Ia pun menutup klarifikasi tersebut dengan sebuah pesan bijak mengenai pentingnya menjaga amanah:
“Kebenaran tidak akan goyah oleh prasangka. Tugas kami adalah menjaga amanah pembangunan ini dengan sebaik-baiknya demi masa depan anak-anak bangsa, karena pendidikan yang kokoh dimulai dari pondasi yang jujur dan transparan,” pungkasnya.
(Tim Red)






