Way Kanan (PI) — Dugaan penyalahgunaan Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali mencuat di salah satu kampung di Kabupaten Way Kanan. Seorang oknum Kepala Kampung Tanjung bulan insial (Bnt )diduga mengarahkan pengelolaan dana BUMDes kepada anaknya sendiri untuk menjalankan proyek penanaman buah semangka Namun, proyek tersebut dilaporkan gagal panen dan menimbulkan kerugian bagi BUMDes setempat.
Dari narasumber (jm ) salah satu warganya menyampaikan bahwa Dana BUMDes yang seharusnya dikelola oleh pengurus resmi justru diserahkan kepada anak dari Kepala Kampung tanpa melalui mekanisme musyawarah maupun prosedur pengelolaan BUMDes sebagaimana aturan yang berlaku.
Sejumlah warga menyayangkan kejadian tersebut dan mempertanyakan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana desa.
“ (JM) mengatakan ke awak media tiem bahwa BUMDes itu milik masyarakat, bukan untuk kepentingan keluarga. Kalau dikelola tidak sesuai aturan, ya jelas merugikan kampung,dan selain itu juga gagal panen tidak laporan pertanggung jawaban resmi terkait penggunaan anggaran hingga saat ini ” ujar salah satu warga
Selain itu juga di dalam.pemerintahan kampung tanjung bulan tersebut jabatan RT Kosong Berbulan-bulan, mengalami kekosongan sejak beberapa bulan terahir Warga Pertanyakan Kejelasan Penggganti
Di pihak lain Berdasarkan laporan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, setidaknya dua posisi RT di wilayah tersebut belum terisi hingga kini.
Kekosongan pertama terjadi di RT 3, setelah ketua RT sebelumnya diberhentikan sekitar tiga bulan lalu. Namun hingga saat ini, warga mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti.
Selain itu, satu posisi RT lainnya di Dusun 3 juga kosong sejak lama karena ketua RT sebelumnya pergi merantau dan belum kembali untuk menjalankan tugas.
“Sudah tiga bulan RT 3 tidak ada penggantinya. Di Dusun 3 juga kosong karena ketua RT merantau. Kondisi ini membuat urusan warga jadi terhambat,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga berharap pemerintah desa segera mengambil langkah untuk menetapkan pejabat RT yang baru, agar pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Tanjung Bulan belum memberikan keterangan resmi terkait proses penunjukan RT pengganti.
Dari sini tiem awak media dan Warga mendesak pemerintah kecamatan maupun pihak inspektorat untuk turun tangan melakukan pemeriksaan.
Pihak terkait hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi dari kepala kampung tersebut secara langsung.
(Suin)






