HEBOH! Akun Medsos Bongkar Dugaan Oknum Satresnarkoba Terima Setoran Bisnis Sabu di Muara Jaya, Netizen Colek Polda Lampung

Avatar

LAMPUNG UTARA (PI) — Jagat media sosial di Lampung Utara mendadak gempar setelah sebuah akun Facebook blak-blakan membongkar dugaan adanya praktik lancung yang melibatkan oknum penegak hukum.

​Berdasarkan pantauan, akun Facebook bernama pemain_lama_utara mengunggah pernyataan mengejutkan. Ia mengungkapkan adanya oknum Satuan Reserse Narkoba (Restik) yang diduga menerima uang setoran hasil peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Muara Jaya, tepatnya di sekitar Jembatan Ayun (Jambat Ayun), melalui seorang perantara bernama Mita.

​Unggahan tersebut langsung diserbu netizen yang geram dan menuntut transparansi. Berbagai komentar miring hingga desakan agar kasus ini diusut tuntas oleh tingkat kepolisian yang lebih tinggi pun bermunculan.

​Akun mesin_pencari_info menantang pengunggah untuk membuka identitas oknum tersebut secara gamblang: ​“Saya tau post kmu ini jujur sebutin aja oknum nya siapa ? Siapa bandar narkoba nya ? Spil muka nya di sini.”

“Saya tau post kmu ini jujur sebutin aja oknum nya siapa ? Siapa bandar narkoba nya ? Spil muka nya di sini.”

​Dukungan agar kasus ini ditarik ke tingkat provinsi disuarakan oleh peserta anonim 799: ​“Piralin trus, bila perlu lapor ke polda biar kapok oknumnya,,, pantesan narkoba susah d brantas ada sesuatu.”

“Piralin trus, bila perlu lapor ke polda biar kapok oknumnya,,, pantesan narkoba susah d brantas ada sesuatu.”

​Nada serupa juga dilontarkan oleh ranggalawe dewa yang meminta bukti visual dipublikasikan: ​“Spil wajah nya dan laporkan di Polda Lampung biar semua terbuka.”

“Spil wajah nya dan laporkan di Polda Lampung biar semua terbuka.”

​Tak hanya menyoroti dugaan keterlibatan oknum, netizen juga membongkar betapa parahnya darurat narkoba di wilayah Muara Jaya (MJ). Akun captivatingcranberry9294 memberikan kesaksian miris mengenai aktivitas transaksi yang terjadi secara terang-terangan tanpa tersentuh hukum.

“Narkoba d mj sangat mengganggu. Dr awal jembat mj sampai kebon karet. Dari pagi sampai malem tak henti lagi. Transaksi terang2an dipinggir jlan. Bahkan puskesmas mj pun, menjadi salah 1 tempat mereka cod. Sangat meresahkan. Sangat mengganggu. Seperti tidak ada penegak hukum di negeri ini,” tulisnya.

​Kekecewaan terhadap penegakan hukum lokal semakin dipertegas oleh komentar dari zaherman obon yang menulis singkat namun menohok:

“ditangkep juga nego bisa lepas di jalan.”

Hingga berita ini diterbitkan dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet, belum ada keterangan ataupun konfirmasi resmi dari pihak Polres Lampung Utara terkait tudingan serius yang diarahkan kepada jajaran Korps Bhayangkara tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *