LAMPUNG UTARA -(PI) Oknum pengusaha pembesaran ayam broiler yang berada di Kelurahan Kota Alam kembali berulah. Seperti tak menggubris ultimatum warga untuk segera menutup usahanya, kini diketahui kandang yang sempat di demo warga itu kedapatan kembali beroperasional.
Pasca panen oleh pihak kandang, warga RT 014 Lingkungan 005 Kelurahan Kota Alam mengeluh banyaknya lalat yang menyerang rumahnya.
Kebanyakan warga disana kaget setelah mengetahui kandang ayam kembali beroperasional. Usut punya usut, belakangan diketahui sejumlah orang mengatasnamakan warga sekitar memberikan persetujuan atas keberadaan kandang.
Persetujuan tidak berkeberatan itu terbit tanpa diadakan musyawarah mufakat antar warga setempat. Setidaknya ada 25 orang warga yang membubuhi tanda tangan dengan beberapa perjanjian yang salah satu poin perjanjiannya, pihak kandang bersedia menjaga kebersihan dan kenyamanan warga tanpa adanya lagi hama lalat dan bau tak sedap di pedukuhan setempat.
Badrian (44), warga Kavling Tanjung Alam Permai RT 014 merasa heran dan mengeluhkan keberadaan kandang ayam milik oknum inisial ES yang masih saja berani membuka usahanya meski sempat di demo oleh warga untuk menutup kandang ayam karena telah menimbulkan keresahan ditengah masyarakat lingkungan setempat.
“Kok bisa kandang itu buka lagi, sedangkan jelas warga demo dan menolak keberadaan kandang ayam itu. Kami disini merasa resah dan terganggu, karena menimbulkan penyakit dan berdampak negatif untuk kesehatan warga. Lalatnya banyak banget, ngeri melihatnya bang,” kata Badrian, dikediamannya, Minggu, 20 Oktober 2024.
“Kami disini enggak tahu kalau kandang ayam punya pak ES itu buka lagi, itu sumber penyakit yang mengundang lalat, makan dirumah ini sudah enggak nyaman lagi, rebutan dengan lalat, apa lagi pas mau tidur, pokoknya kami terganggu oleh lalat ini bang,” timpal dia lagi.
Hal senada dikatakan Vina (30) warga RT 006 LK 005 Kota Alam, dirinya mengeluhkan banyak lalat beberapa hari terakhir dirumahnya. Setelah ditelusuri, dirinya baru mengetahui jika sumber lalat tersebut disebabkan oleh pihak kandang ayam (milik ES) yang ada diseberang sungai Way Melan tengah memanen ayam potong (broiler) dan sedang melakukan pembersihan kandang.
“Banyak sekali dirumah ini lalatnya. Pas dicari tahu sama suami saya, rupanya kandang ayam yang di seberang kali (sungai) belakang itu habis panen, suami saya lihat kandangnya lagi ngeluarin peralatan dan tahi (kotoran) ayam lagi di karungi,” keluhnya.
Dirinya berharap, pemerintah setempat segera menindaklanjuti dan mengambil langkah tegas agar kandang ayam dimaksud dapat segera ditutup tidak boleh lagi beroperasional karena sudah sangat meresahkan warga.
“Coba Pak Lurah atau Dinas terkait untuk mengecek kelapangan, kami ini sebagai warga sudah resah, sudah enggak nyaman lagi, mau makan saja harus berebut dengan lalat. Apalagi kalau ada tamu, dikira kami ini jorok. Jadi lebih baik ditutup saja bang kandang ayam itu,” tutur Vina.
Pun demikian, dengan salah satu warga Perumahan Matrix Center, Azi Andaru (33) ikut mengeluhkan banyaknya hama lalat yang tiba-tiba menyerang rumahnya. Sejak lima hari terakhir, huniannya yang berada di komplek perumahan matrix center Kota Alam dipenuhi lalat. Dirinya juga baru mengetahui setelah warga geger mengatakan ada kandang ayam yang sedang panen.
“Sudah terganggu betul kami warga perumahan ini, banyak banget lalatnya. Tuh lihat sendiri lalat nempel di jebakan lem yang saya buat. Tutup saja kandang ayam itu, bukan membawa kebaikan, malah meresahkan,” ujar Azi.
Sementara itu, salah satu pekerja yang tak ingin disebut namanya mengaku diminta pihak kandang untuk bekerja membersihkan kandang ayam dengan upah Rp60 ribu per harinya. Meski hingga hari ini, upah yang dijanjikan tak kunjung dibayarkan.
Selama bekerja, dirinya mengaku ditugaskan untuk membersihkan kandang dan memungut kotoran ayam kedalam karung. Penyemprotan tidak dilakukan secara maksimal, hari ini saja belum ada penyemprotan untuk mengusir dan membasmi lalat, wajar saja jika lalat berhamburan masuk ke permukiman warga.
“Kami sampai hari ini belum juga dibayar, janji-janji terus. Terakhir dijanjikan akan dilunasi hari Rabu besok. Sebenarnya sudah enggak sanggup lagi, tapi mau gimana bang, upah sampai hari ini belum keluar. Kerjanya ya itu, bersih-bersih, nyemprot, tapi hari ini belum disemprot, wajar saja banyak lalat, kayaknya obatnya kurang,” kata dia.
Terpisah, Lurah Kota Alam, Heri Suherman mengatakan akan mengambil langkah tegas. Sebab, kata dia, pada perjanjian antara warga dan pihak kandang sudah sangat jelas. Bila pihak kandang tidak bisa memenuhi janjinya, maka warga tidak akan mentolerir atas sikap pemilik kandang.
“Sudah perjanjian kalau masih banyak lalat sekali ini masyarakat tidak lagi bisa mentolerir persoalan ini. Kami akan mengambil langkah tegas, apa yang menjadi keinginan warga akan kami fasilitasi dan tindak lanjuti,” jelas Lurah.
Sayangnya, hingga berita ini ditayangkan, oknum pemilik usaha kandang ayam inisial ES belum merespon keluhan warga kelurahan setempat dan belum bisa dikonfirmasi.
(Bad)






